TRIBUNBENGKULU.COM - Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Eva Stevany Rataba, menjadi sorotan setelah namanya sempat tercatat dalam desil 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dikutip dari Youtube Kompas.com pada 10 September 2026, posisi tersebut menjadi perhatian karena Eva merupakan anggota DPR RI yang berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2025 tercatat memiliki harta kekayaan sekitar Rp3,5 miliar.
Selain tercatat dalam desil 4, nama Eva juga sempat muncul dalam data penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Namun, Eva membantah pernah mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan sosial maupun menerima bantuan PKH.
Eva Bantah Pernah Terima Bansos
Eva memberikan klarifikasi setelah namanya muncul dalam data tersebut. Ia mengaku heran mengetahui dirinya tercatat dalam kelompok desil 4.
"Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan atau program PKH dan saya tidak pernah mendaftarkan diri saya sebagai penerima bantuan sosial tersebut," ujar Eva dalam keterangannya.
Eva juga mendatangi kantor Dinas Sosial Toraja Utara untuk meminta penjelasan mengenai pencatatan namanya dalam data penerima bantuan.
Ia meminta agar data tersebut segera diperiksa dan diperbaiki sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kemensos Sebut Ada Kesalahan Data
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Eva memang sempat tercatat dalam desil 4 DTSEN.
Namun, menurut Gus Ipul, Eva tidak pernah menerima bantuan sosial meskipun namanya masuk dalam kelompok tersebut.
"Yang anggota DPR di desil 4, iya benar memang dia ada di desil 4, tetapi dia belum pernah menerima bansos," kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Gus Ipul menjelaskan, setelah dilakukan pemutakhiran data oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), status Eva dalam DTSEN kini berubah.
Nama Eva saat ini tercatat dalam desil 10.
Perubahan tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan dan pemutakhiran terhadap data yang sebelumnya menempatkan Eva di desil 4.
Fraksi NasDem dan DPR Minta Klarifikasi
Persoalan tersebut turut mendapat perhatian dari internal DPR RI.
Sekretaris Fraksi NasDem Ahmad Sahroni mengatakan pihaknya telah meminta klarifikasi kepada Eva terkait munculnya nama anggota DPR tersebut dalam desil 4.
Sahroni juga menyebut bahwa data Eva kini telah diperbaiki dan masuk ke desil 10.
Sejalan dengan penjelasan Kemensos, Sahroni menegaskan Eva tidak pernah menerima bantuan sosial meskipun sebelumnya tercatat dalam desil 4.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsul Rijal juga mengatakan DPR akan meminta klarifikasi mengenai persoalan tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan duduk perkara pencatatan data dan mencegah munculnya kesalahpahaman mengenai status ekonomi maupun penerimaan bansos.
Isi Garasi dan Harta Kekayaan Eva
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025 harta kekayaan Eva mencapai Rp3,5 miliar.
Berikut rinciannya:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 1.630.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 1.175 m2/300 m2 di KAB / KOTA MERAUKE, HASIL SENDIRI Rp. 1.250.000.000
2. Tanah Seluas 1.158 m2 di KAB / KOTA MERAUKE, HASIL SENDIRI Rp. 380.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 620.500.000
1. MOTOR, HONDA CRF M/T Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 27.500.000
2. MOBIL, MISTUBISHI PAJERO SPORT / JEEP Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 570.000.000
3. MOTOR, HONDA BEBEK Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 6.500.000
4. MOTOR, YAMAHA SEPEDA MOTOR Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp. 11.000.000
5. MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 5.500.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 419.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 831.888.564
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 3.501.388.564
Kini Masuk Desil 10
Setelah dilakukan pemutakhiran oleh Kemensos dan BPS, status Eva dalam DTSEN kini berubah dari desil 4 menjadi desil 10.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pencatatan dalam desil 4 tidak berarti Eva pernah menerima bansos.
Persoalan ini pada akhirnya mengarah pada pentingnya akurasi data sosial dan ekonomi pemerintah agar data penerima maupun kelompok kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Eva sendiri berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat sekaligus menghindari kesalahpahaman terkait namanya yang sempat tercatat dalam data tersebut.
Sumber: TribunTrends