Kabut Asap Ancam Kesehatan, Kolaborasi Fojekha Bagikan Masker Sasar Pelaku UMKM 
Nina Soraya September 10, 2026 10:27 PM

 

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asap pekat menyelimuti kawasan Pusat Kuliner UMKM Untan Pontianak, Kamis (10/9) sore. Di balik udara yang terasa tidak nyaman, sejumlah pedagang tetap sibuk melayani pembeli yang datang.

Ada yang menyiapkan dan menerima pesanan, hingga mengantarkan dagangan kepada pelanggan. Aktivitas ekonomi tetap berjalan meski pandangan di sekitar kawasan tampak berkabut oleh asap.

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kondisi tersebut menjadi pilihan yang tidak mudah. Mereka harus tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus berhadapan dengan risiko kesehatan akibat paparan asap.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Kota Pontianak tidak hanya mengganggu aktivitas perdagangan. Masyarakat yang bekerja, berbelanja maupun berkendara di ruang terbuka juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya bagi kesehatan.

Di tengah kondisi tersebut, Forum Jurnalis Ekonomi Khatulistiwa (Fojekha) bersama Antara Kalbar, PLN Nusantara Power, serta mahasiswa dari HMKS dan KMKS turun langsung membagikan masker kepada para pelaku UMKM di kawasan Pusat Kuliner UMKM Untan Pontianak.

• Astra Motor Kalbar Ajak Pelajar Jadi Duta Keselamatan Berkendara

Masker juga diberikan kepada pembeli dan pengendara yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Pembagian masker itu menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kepungan asap. Selain membantu melindungi diri, kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Ketua Fojekha Dedi A. Khansa mengatakan kondisi kabut asap yang masih terjadi menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

"Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah. Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga kesehatan dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Menggunakan masker penting," ujarnya.

Menurut dia, penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko dampak kabut asap saat beraktivitas di luar ruangan.

Fojekha juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan lingkungan. Udara bersih adalah hak kita bersama. Untuk itu cegah karhutla, jaga kesehatan, wujudkan Kalbar lebih sehat," katanya.

Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya beranjak dari Pontianak, para pedagang tetap membuka lapaknya dan masyarakat tetap menjalankan aktivitas.

Masker menjadi perlindungan sederhana yang bisa dilakukan, sementara pencegahan karhutla menjadi pekerjaan bersama agar udara bersih kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.