Kebutuhan Pencahayaan di Bali Terus Berkembang, Mendukung Kenyamanan Ruang
Putu Kartika Viktriani September 10, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seiring berkembangnya gaya hidup, pencahayaan kini menjadi bagian penting dalam membentuk kenyamanan, fungsi, dan karakter sebuah ruang. 

Di Bali, kebutuhan pencahayaan di tiap hunian memiliki karakter tersendiri, tumbuh dari budaya dan tradisi arsitektur yang kuat, dengan rumah, vila, dan properti hospitality yang banyak menggabungkan ruang indoor dan outdoor. 

Karena itu, pencahayaan tidak hanya perlu mendukung aktivitas, tetapi juga menciptakan suasana yang sesuai dengan karakter setiap ruang. 

Di sinilah pencahayaan berperan, melengkapi karakter dan gaya pribadi setiap hunian.

Karakter arsitektur Bali menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menghadirkan solusi pencahayaan yang tepat untuk setiap ruang. 

"Kami melihat kebutuhan untuk menghadirkan pilihan pencahayaan yang lebih beragam, sehingga masyarakat dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan konsep ruang yang dimiliki," ujar President Director Signify Commercial Indonesia, Dedy Bagus Pramono, dalam grand opening Philips Lighting Store Denpasar, Kamis 10 September 2026.

Bagi Signify Bali masuk dalam lima besar pasar di Indonesia untuk kebutuhan pencahayaan residensial. 

Bahkan, dari sisi penjualan, Bali termasuk wilayah yang berada di jajaran terdepan.

“Bali adalah salah satu dari top five market yang secara kebutuhan residential, pertumbuhan hunian cukup aktif di Indonesia. Bahkan kalau diukur penjualan, Bali termasuk yang terdepan dibandingkan area-area yang lain," imbuh Dedy.

Dimana potensi tersebut yang mendorong Signify membuka Philips Lighting Store pertama di luar Pulau Jawa dan memilih Kota Denpasar.

Philips Lighting Store Denpasar berada di Atika Galeria, Jl. Gatot Subroto Tengah No.309, Dauh Puri Kaja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar.

Kehadiran toko ini menjadi bagian dari rencana ekspansi jaringan secara bertahap ke sejumlah daerah di Indonesia bersama mitra.

"Melalui Philips Lighting Store, kami menyediakan berbagai solusi pencahayaan, mulai dari fungsional dan dekoratif hingga outdoor dan smart lighting, dimana arsitek, interior designer, kontraktor, maupun konsumen dapat melihat dan merasakan langsung berbagai pilihan solusi pencahayaan sebelum menentukan yang paling sesuai dengan kebutuhan ruang mereka,” jelas Dedy.

Secara global, Signify melihat perubahan gaya hidup membuat konsumen semakin mempertimbangkan bagaimana rumah mendukung berbagai aktivitas dan kebutuhan personal. 

Insight ini menjadi salah satu dasar Signify dalam menghadirkan pengalaman retail yang lebih relevan bagi konsumen di Indonesia. 

Menghadirkan hingga 200 solusi pencahayaan dari kategori dekoratif, fungsional, dan smart lighting, toko ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pencahayaan yang beragam, mulai dari ruang indoor hingga outdoor. 

Berbeda dari toko pencahayaan konvensional, Philips Lighting Store Denpasar menghadirkan pengalaman yang memungkinkan konsumen memahami aplikasi pencahayaan secara langsung. 

Philips Lighting Store dihadirkan agar bisa menjadi referensi bagi arsitek, desainer interior, villa developer, kontraktor, dan property manager di Bali dengan mengeksplorasi berbagai solusi pencahayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter ruang, termasuk area outdoor, serta melihat langsung perbedaan tingkat kecerahan dan temperatur warna sebelum menentukan pilihan yang paling tepat.

“Dalam desain sebuah ruang, pencahayaan bukan hanya elemen pelengkap, tetapi bagian dari bagaimana sebuah ruang dirasakan. Pemilihan intensitas, temperatur warna, dan arah cahaya dapat memengaruhi ambience sekaligus menonjolkan material dan detail arsitektur," ucap Arsitek & Founder, Lumbung Architect, Andri Saputra.

Menurutnya di Bali, kebutuhan ini menjadi semakin menarik karena desain ruang sangat erat dengan karakter lingkungan dan gaya hidup setempat. 

"Kehadiran Philips Lighting Store Denpasar membantu arsitek, kontraktor, maupun home owners mengeksplorasi berbagai kemungkinan tersebut secara lebih nyata, sehingga pilihan pencahayaan dapat dipertimbangkan sejak awal sebagai bagian dari keseluruhan desain ruang,” jelasnya.

Baca juga: Pengguna Kendaraan Listrik di Bali Terus Naik, Tercatat 15.803 Unit hingga Semester I 2026

Sementara itu Head of Marketing-Consumer Signify Commercial Indonesia, Burhan Noor Sahid, menyampaikan bahwa karakter arsitektur Bali menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan produk yang ditawarkan. 

Ia menilai hunian di Bali memiliki keunikan karena memadukan budaya lokal dengan pengaruh desain dari berbagai negara.

Untuk kebutuhan fungsional, pihaknya melihat produk track dan spot lighting memiliki peluang besar. 

Lampu tersebut dapat digunakan untuk menonjolkan elemen tertentu seperti lukisan, ukiran maupun bagian arsitektur rumah. 

Sementara untuk menciptakan suasana, decorative lighting menjadi salah satu fokus, baik bergaya kontemporer maupun modern, termasuk desain industrial hingga Jepang.

Kategori lainnya adalah connected lighting atau pencahayaan pintar. Teknologi tersebut dapat diaplikasikan di rumah maupun vila dan dikendalikan melalui perangkat pintar. 

“Di Bali ini yang sangat menarik dan sangat menjadi tantangan bagi kami adalah desain rumah arsitektur di Bali ini salah satu barometer yang kami anggap sebagai yang terdepan di Indonesia,” ungkap Burhan.

 

Pihaknya memaparkan bahwa konsumen Bali juga memiliki karakter tersendiri dalam memilih pencahayaan. 

Masyarakat lokal cenderung mempertimbangkan kepercayaan terhadap merek, kualitas dan daya tahan produk. 

Selain itu, pilihan warna cahaya menjadi faktor penting. 

"Warna kuning atau cahaya hangat dinilai lebih banyak diminati karena sesuai dengan karakter desain hunian Bali yang banyak mengekspos unsur alam dan menciptakan suasana hangat," urainya.

Philips menyediakan pilihan temperatur warna mulai dari putih 6.500 Kelvin, semi-kuning 4.000 Kelvin hingga warna kuning sekitar 2.700–3.300 Kelvin. 

“Di Bali, pilihan warna itu penting, dan kami menyediakan pilihan warna yang cocok untuk Bali,” ucap Burhan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.