Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG -- Korban gempa Flores yang mengungsi di posko pengungsian terpusat maupun mandiri kini terserang penyakit Ispa dan hipertensi.
Hal ini dilaporkan Bupati Manggarai Hery Nabit kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena saat Rapat Evaluasi Penanganan Gempa Flores yang berlangsung di Posko Komando Penanganan Bencana Gempa Flores di Ruteng, Kamis (10/9/2026) sore.
Bupati Hery juga menerangkan para korban gempa Flores yang mengungsi baik di posko mandiri maupun terpusat diserang penyakit Ispa, hipertensi, dan berbagai penyakit lain.
Namun yang paling mendominasi adalah Ispa dengan jumlah 53 persen, kemudian diikuti penyakit hipertensi 31 persen, trauma 5 persen dan sebagian kecil diserang penyakit lainya.
Baca juga: Penyerapan Dana BTT Rp200 Miliar Gempa Flores Lambat, Ini Faktor Penyebabnya
Menurutnya, banyak pengungsi terserang penyakit Ispa disebabkan oleh cuaca yang kurang mendukung berupa siang hari panas dan debu, dan malam hari cuaca dingin lembab karena tidur dibalik kema/posko. Sedangkan penyakit hipertensi karena faktor usia sebab rata-rata yang terkena penyakit tersebut adalah orang tua atau Lansia.
Karena itu, menurut Bupati Hery, perlu secepatnya pembangunan hunian sementara atau Huntara maupun hunian tetap atau Huntap, selain pengobatan yang dilakukan secara medis untuk penyembuhan.
Sebelas Kecamatan Terdampak
Bupati Hery juga melaporkan dari 12 kecamatan yang ada, terdapat 11 kecamatan yang terdampak banyak gempa Flores, sedangkan 1 kecamatan yaitu Satarmese Barat terdampak sangat kecil.
Untuk total jumlah pengungsi saat ini, terang Bupati Hery, sebanyak 22.145 jiwa dengan jumlah paling banyak Wae Rii, Cibal, Cibal Barat, Reok, dan Reok Barat yang merupakan wilayah terdampak paling parah. Dari jumlah tersebut terdapat 5.256 pengungsi rentan seperti anak, bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan disabilitas.
Meski demikian, data jumlah pengungsi ini sudah mulai berkurang di sejumlah posko pengungsian terpusat seperti di Reok, Cibal, Cibal Barat, kecuali Posko Robo di Kecamatan Wae Rii yang belum berkurang.
Berkurangnya jumlah pengungsi ini karena para pengungsi memilih kembali mengungsi di posko mandiri di rumah masing-masing, meski pihaknya belum menyarankan untuk kembali mengingat gempa susulan masih terus terjadi.
Sedangkan terkait korban meninggal dunia, terang Bupati Hery, terdapat 56 korban meninggal dunia dengan rincian 23 meninggal saat kejadian gempa bumi, dan sisanya kerana shock dan juga karena keterbatasan fasilitas kesehatan karena sebagai besar faskes termasuk RSUD Ruteng rusak terdampak gempa dahsyat itu.
Perpanjangan Masa Tanggap Darurat
Enam wilayah kecamatan di bagian utara Kabupaten Manggarai seperti Wae Rii, Cibal, Cibal Barat, Reok, Reok Barat, dan Rahong Utara direncanakan diperpanjang masa tanggap darurat. Karena enam wilayah kecamatan ini terdampak gempa Flores ping parah.
"Enam kecamatan prioritas di wilayah utara ini kami agak sulit untuk masuk dalam fase pemulihan pasca gempa karena dampaknya sangat parah, meski secara aturan itu melanggar. Sedangkan 6 kecamatan lain sudah bisa masuk fase pemulihan,"ungkap Bupati Hery.
Usulkan Rumah Sakit Permanen
Bupati Hery juga mengatakan pihaknya mengusulkan untuk pembangunan rumah sakit baru, karena kondisi gedung RSUD Ruteng saat ini dalam kondisi rusak berat.
Meski demikian, saat ini pihaknya masih mencari lahan dengan luas minimal 4 hektar untuk pembangunan rumah sakit baru itu.
"Karena sudah tidak memungkinkan lagi untuk pembangunan di lokasi rumah sakit yang ada karena kondisi lahanya terbatas," ujarnya.
Baru Terima 23 Unit Tenda Darurat
Bupati Hery juga menerangkan, di sektor pendidikan sebanyak 379 unit sekolah yang terdampak. "Namun data-data ini perlu direview kembali mungkin ada yang bisa dipakai kembali," ujarnya.
Karena itu, bagi sekolah-sekolah yang terdampak akan dibantu tenda darurat oleh Kemendiknas, namun hingga saat ini pihaknya baru menerima 23 unit tenda darurat.
Karena itu, agar pelaksanaan KBM tetap berjalan, pihaknya meminta kepada pihak sekolah mengadakan terpal sendiri untuk tenda belajar dengan menggunakan dana BOS.
Selain itu, juga atas arahan BNPB, pihaknya juga akan mendistribusikan bantuan tenda-tenda komando sebanyak 51 unit kepada sekolah-sekolah yang terdampak.
Bupati Hery juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan lembaga-lembaga lain yang sudah mendukung pihaknya dalam penanganan tanggap darurat bagi para korban pasca gempa.
Dukungan itu diberbagai faktor baik bantuan logistik, termasuk penanganan tanggap darurat untuk perbaikan infrastruktur rusak termasuk dukungan terhadap para pengungsi di posko-posko pengungsian selama ini. (rob)