Debit Air di Dua IPA Milik PDAM Minahasa Terus Turun, Warga Diminta Bijak Gunakan Air
Gryfid Talumedun September 11, 2026 02:47 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO - Ketersediaan air di dua instalasi pengelolaan air (IPA) di Minahasa mulai menghawatirkan.

Itu akibat kemarau panjang yang menyebabkan debit air berkurang cukup banyak.

Dua IPA tersebut adalah IPA Tonsukun Makalonsow dan IPA Lewet.

Baca juga: Kemarau El Nino Berdampak ke Kesehatan Warga Minut, 8.849 Kasus ISPA Tercatat

Untuk IPA Lewet saat ini debit airnya sudah sangat menurun dan nyaris kering. Produksi airnya tinggak sekitar 300-400 kubik setiap hari.

"Pompa sudah sering dimatikan, biasanya tiga jam penyaluran, kemudian dimatikan lagi sekitar satu jam sampai air terkumpul di bak, baru dialirkan lagi, hanya sekitar 9 jam operasi," ujat Denny Tangkere Dirut PDAM Minahasa, di kantornya Kelurahan Wewelen, Tondano Barat, Minahasa, Kamis 10 September 2026.

IPA Lewet melayani air hingga ke rumah dinas Bupati, Rumah Dinas Polres, termasuk rumah dinas pegawai.

Paling parah terjadi di IPA Tonsukum Makalonso, penyaluran air kini hanya sekali dalam sehari, dan hanya dua jam saja.

"Sebab air harua ditampung dari jam 6 sore sampai jam 7 pagi bahkan bisa lebih, sampai bak penuh, baru bisa disalurkan," jelasnya.

Produksinya juga hanya 300 hingga 400 kubik saat ini.

"Kami berharap agar warga menyiapkan tong penampungan agar bisa simpan air sebanyak mungkin, juga warga kami imbau untuk bijak menggunakan air," jelasnya.

Sebab jika debit terus menyusut, tidak ada yang bisa dilakukan, selain terus berdoa agar hujan segera turun.

Turunnya debit air juga terjadi di beberapa IPA milik PDAM, namun hingga kini masih tergolong aman. (AMG)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.