Liputan6.com, Jakarta - Como 1907 mencatat start gemilang di Liga Champions dengan melumat RB Leipzig 4-1 di Stadio Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. Laporan ini dikutip dari Football Italia.
Gol-gol tuan rumah dicetak Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maxi Perrone, sementara tim tamu hanya membalas melalui tembakan Andrija Maksimovic. Seluruh pencetak gol Como merupakan pemain yang sudah berada di klub sejak musim sebelumnya.
Laga perdana Como di ajang elite Eropa itu sekaligus menjadi malam spesial bagi Nico Paz. Gelandang Argentina yang memiliki keterkaitan dengan Real Madrid tersebut memilih bertahan di Italia demi merasakan panggung sebesar ini.
Nico Paz menjadi salah satu motor permainan Como pada kemenangan besar tersebut. Meski tidak mencetak gol, ia menyumbangkan dua assist.
Usai pertandingan, Paz menyebut atmosfer di Sinigaglia sebagai momen bersejarah bagi timnya.
"Ini malam yang bersejarah. Kami menjalani laga yang luar biasa, kami sangat bersemangat untuk memainkan laga ini dan kami sangat bahagia," ujar Paz kepada Sky Sport Italia.
Paz menegaskan keputusan bertahan di Como telah dipikirkan secara matang.
"Ini adalah malam-malam seperti inilah yang membuat saya ingin bertahan. Saya tahu di sinilah saya akan berkembang paling banyak dan saya sangat senang dengan keputusan saya. Saya membuat pilihan yang tepat," ujarnya.
Real Madrid disebut masih memiliki opsi untuk membawanya kembali. Namun Paz memilih tetap di Como karena menilai di sana ia bisa berkembang paling jauh.
Paz memberikan pujian khusus kepada Martin Baturina yang tampil menonjol melawan Leipzig. Menurutnya, gelandang Kroasia itu cerdas membaca ruang dan memanfaatkannya untuk mengancam pertahanan lawan.
"Baturina adalah pemain yang luar biasa. Dia melihat ruang yang bisa dimanfaatkan untuk menyakiti Leipzig dan dia melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Paz.
Como harus bekerja keras menjaga keunggulan setelah memimpin 3-1. Paz mengakui timnya lebih banyak bertahan pada babak kedua.
"Kami harus lebih banyak bertahan di babak kedua karena unggul 3-1. Saya tidak tahu dari mana mendapatkan energi pada menit-menit akhir untuk memberikan assist, tetapi saya mengerahkan seluruh tenaga."
Kontribusi Paz dari lini tengah ikut menentukan ritme dan efektivitas serangan pada malam bersejarah tersebut.
Performa Paz juga disorot dari sisi kebugaran. Fabio Capello, legenda Italia yang menjadi analis di studio Sky Sport Italia, menilai sang gelandang belum berada di kondisi terbaik.
Paz mengakui laga itu tidak mudah karena mendapat pengawalan ketat sepanjang pertandingan.
"Itu pertandingan yang sulit karena saya selalu dikawal pemain nomor 27 mereka sepanjang pertandingan. Hal itu membuka ruang untuk rekan-rekan setim saya," ujar Paz.
Ruang geraknya pun terbatas, sebelum situasi sedikit berubah setelah turun minum.
"Saya tidak mendapatkan bola sebanyak biasanya, tetapi setelah jeda saya mendapatkannya sedikit lebih banyak. Tentu saja, saya selalu bisa melakukan lebih baik."
Pada matchday pertama, Como menjadi satu-satunya wakil Italia yang meraih kemenangan di Liga Champions. Inter Milan dan Napoli menelan kekalahan, sedangkan AS Roma bermain imbang 1-1 melawan Fenerbahce.