TRIBUNKALTIM.CO - Berikut daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hari ini, Jumat 11 September 2026 di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan seluruh Indonesia.
Harga BBM Pertamina yang berlaku hari ini, Jumat 11 September 2026 masih sama seperti sebelumnya yakni mengacu pada penyesuaian harga pada awal September.
Awal September kemarin, Pertamina melakukan dua kali penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi.
Mulai dari Selasa (1/9/2026), ada kenaikan harga untuk Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
Baca juga: Harga BBM Hari Ini Kamis 10 September 2026 di Indonesia, Keluhan Sopir Isi Biosolar di Balikpapan
Selanjutnya, Rabu (2/9/2026), Pertamina juga menaikkan harga Pertamax Green.
Harga BBM usai penyesuaian awal September inilah yang masih berlaku hingga hari ini, Jumat (11/9/2026).
Besaran kenaikan berbeda untuk setiap produk, dengan Dexlite mencatat kenaikan paling tinggi secara persentase.
Sebagai contoh di Jakarta dan sekitarnya, Pertamax Turbo, harga per liter menjadi Rp19.600 dari sebelumnya Rp18.300.
Sementara itu, harga Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp25.200 per liter.
Untuk Pertamax Green yang tersedia hanya di 6 wilayah saja di Indonesia, harganya menjadi Rp19.150 per liter dari Rp16.600 per liter.
Seluruh harga BBM nonsubsidi ini bervariasi di seluruh Provinsi di Indonesia.
Perbedaan tersebut antara lain dipengaruhi oleh komponen harga dan kebijakan perpajakan daerah.
Hanya untuk BBM subsidi yang dipatok sama di seluruh Indonesia.
Harga Pertalite Rp 10.000 per liter, sementara harga Biosolar Rp 6.800 per liter.
Kesulitan mencari BBM kini tengah dirasakan warga di Kabupaten Berau, wilayah paling utara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bersama sejumlah pihak termasuk Pertamina terus berupaya agar distribusi BBM ke Berau lancar.
Communication & Relation Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Gayuh Mustiko Jati, mengatakan distribusi BBM ke Berau memiliki tantangan tersendiri karena pasokan untuk wilayah tersebut disuplai dari Balikpapan.
Dalam prosesnya, distribusi sangat bergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran jalur perairan menggunakan kapal menuju Berau.
“Jadi tantangan distribusinya memang untuk penyaluran dari wilayah Berau sendiri, ini disuplai dari Balikpapan.
Jadi kita sangat tergantung dengan adanya faktor cuaca dan juga keandalan untuk masuk ke wilayah Berau karena akan melewati sungai,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kelancaran pasokan.
Terlebih, keterlambatan kapal untuk bersandar di Berau baru kali ini terjadi. Salah satu penyebabnya adalah kondisi sungai yang sedang surut.
Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan alternatif apabila terjadi kendala dalam jalur distribusi utama.
Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan pasokan dari wilayah lain, termasuk dari Kota Samarinda dan Tarakan.
“Dari Pertamina berusaha untuk mengoptimalisasi penyaluran. Kemarin juga sudah disalurkan dari Samarinda, tapi memang kita terkendala jarak, sehingga kita ada alternatif lain dari Tarakan,” katanya.
Dijelaskan, pengiriman dari Tarakan juga menggunakan kapal, namun jenis kapal yang digunakan berbeda dengan kapal dari Balikpapan, sehingga dapat menjadi alternatif dalam kondisi tertentu.
Selain itu, Pertamina juga memastikan adanya tambahan stok melalui kedatangan kapal dari Balikpapan. Kapal tersebut dijadwalkan akan tiba untuk menambah stok yang sudah tersedia.
Setelah itu, pasokan akan ditambah lagi melalui kedatangan kapal berikutnya.
“Artinya Pertamina selalu memastikan bahwa kita melakukan penyaluran. Kalau misalnya ada kendala-kendala di lapangan, itu sesuatu yang sama-sama tidak kita harapkan, tapi kalau terjadi ya pasti kita akan optimalkan,” jelasnya.
Ditegaskan, langkah mitigasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran energi kepada masyarakat tetap berjalan.
Sinergi dengan berbagai pihak juga diperlukan agar proses distribusi di lapangan dapat berlangsung lancar.
“Makanya kita butuh sinergi dari semua pihak untuk penyaluran bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta masyarakat ikut mengawasi penyaluran BBM di tengah kesulitan memperoleh BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan pertemuan dengan pihak terkait, termasuk Pertamina dan instansi yang membidangi, untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Apalagi, persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga bagaimana BBM yang tersedia dapat didistribusikan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Yang paling penting adalah distribusinya. Kita ingin memastikan BBM itu tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan distribusi BBM.
Termasuk pembelian dalam jumlah yang dinilai tidak wajar maupun praktik lain yang berpotensi mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat umum.
Berikut rincian harga BBM Pertamina per wilayah hari ini Jumat (11/9/2026) berdasarkan update data di Pertamina Patra Niaga per 2 September 2026.
Harga dinyatakan per liter.
1. Provinsi Aceh
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertamax: Rp14.950
Pertamax Pertashop: Rp14.850
Pertalite: Rp10.000
Dexlite: Rp22.150
Biosolar Subsidi: Rp6.800
3. Provinsi Sumatera Utara
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
4. Provinsi Sumatera Barat
Pertamax Turbo: Rp20.450
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Pertashop: Rp16.550
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp26.300
Dexlite: Rp24.750
Biosolar Subsidi: Rp6.800
5. Provinsi Riau
Pertamax Turbo: Rp20.450
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Pertashop: Rp16.550
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp26.300
Dexlite: Rp24.750
Biosolar Subsidi: Rp6.800
6. Provinsi Kepulauan Riau
Pertamax Turbo: Rp20.450
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Pertashop: Rp16.550
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp26.300
Dexlite: Rp24.750
Biosolar Subsidi: Rp6.800
7. Free Trade Zone (FTZ) Batam
Pertamax Turbo: Rp18.550
Pertamax: Rp15.150
Pertamax Pertashop: Rp15.050
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp23.950
Dexlite: Rp22.500
Biosolar Subsidi: Rp6.800
8. Provinsi Jambi
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
9. Provinsi Bengkulu
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
10. Provinsi Sumatera Selatan
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
11. Provinsi Bangka Belitung
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
12. Provinsi Lampung
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
13. Provinsi DKI Jakarta
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax Green 95: Rp19.150
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Subsidi: Rp6.800
14. Provinsi Banten
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax Green 95: Rp19.150
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Subsidi: Rp6.800
15. Provinsi Jawa Barat
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax Green 95: Rp19.150
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Subsidi: Rp6.800
16. Provinsi Jawa Tengah
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax Green 95: Rp19.150
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Subsidi: Rp6.800
17. Provinsi DI Yogyakarta
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax Green 95: Rp19.150
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Subsidi: Rp6.800
18. Provinsi Jawa Timur
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax Green 95: Rp19.150
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Subsidi: Rp6.800
19. Provinsi Bali
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Subsidi: Rp6.800
20. Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Subsidi: Rp6.800
21. Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pertamax Turbo: Rp19.600
Pertamax: Rp15.950
Pertamax Pertashop: Rp15.850
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.200
Dexlite: Rp23.700
Biosolar Non Subsidi: Rp23.600
Biosolar Subsidi: Rp6.800
22. Provinsi Kalimantan Barat
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
23. Provinsi Kalimantan Tengah
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
24. Provinsi Kalimantan Selatan
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
25. Provinsi Kalimantan Timur
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
26. Provinsi Kalimantan Utara
Pertamax Turbo: Rp20.450
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Pertashop: Rp16.550
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp26.300
Dexlite: Rp24.750
Biosolar Subsidi: Rp6.800
27. Provinsi Sulawesi Utara
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
28. Provinsi Gorontalo
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
29. Provinsi Sulawesi Tengah
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
30. Provinsi Sulawesi Tenggara
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
31. Provinsi Sulawesi Selatan
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
32. Provinsi Sulawesi Barat
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
33. Provinsi Maluku
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
34. Provinsi Maluku Utara
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
35. Provinsi Papua
Pertamax Turbo: Rp20.000
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
36. Provinsi Papua Barat
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
37. Provinsi Papua Selatan
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
38. Provinsi Papua Pegunungan
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
39. Provinsi Papua Tengah
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
40. Provinsi Papua Barat Daya
Pertamax: Rp16.300
Pertamax Pertashop: Rp16.200
Pertalite: Rp10.000
Pertamina Dex: Rp25.750
Dexlite: Rp24.200
Biosolar Subsidi: Rp6.800
Baca juga: Harga BBM Hari Ini Rabu 9 September 2026 Seluruh Indonesia, Usulan Kuota BBM Subsidi Berau Ditolak
(TribunKaltim.co/Renata Andini Pangesti)