Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG – Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diduga merekam perselisihan antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nazaruddin S.I.Kom alias Tgk Agam, dengan seorang perempuan berhijab pink beredar di tengah masyarakat.
Video tersebut menjadi perhatian di tengah polemik terkait tudingan dugaan kekerasan yang sebelumnya diarahkan kepada Nazaruddin.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang perempuan mengenakan hijab berwarna pink berada di sekitar seorang pria yang disebut-sebut sebagai Tgk Agam.
Baca juga: Dituding Memukul, Tgk Agam Membantah, Begini Pernyataan Anggota DPRA dari Sabang Itu
Pada salah satu bagian video, perempuan tersebut terlihat menggerakkan tangannya ke arah pria tersebut. Gerakan itu kemudian disebut-sebut sebagai tindakan menyerang atau memukul.
Namun, konteks gerakan tersebut serta rangkaian kejadian secara utuh belum dapat dipastikan hanya berdasarkan potongan rekaman yang beredar.
Di sekitar lokasi juga terlihat seorang pria berpostur tegap yang berada tidak jauh dari keduanya. Pria tersebut diduga berusaha melerai ketika situasi berlangsung.
Baca juga: VIDEO - Tgk Agam Kecam Aksi Gubernur SUMUT Bobby Razia Plat Aceh
Setelah situasi mereda, pria yang disebut sebagai Nazaruddin terlihat meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.
Beredarnya rekaman itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai identitas sejumlah orang yang terlihat di dalam video.
Sejumlah pihak menyebut perempuan berhijab pink tersebut memiliki kemiripan dengan perempuan berinisial ML, yang sebelumnya disebut sebagai pihak yang mengaku mengalami tindakan kekerasan.
Sementara pria berpostur besar dalam rekaman disebut-sebut memiliki kemiripan dengan FS, yang diketahui merupakan suami ML.
Selain itu, terdapat pria lain yang terlihat membantu mengambil atau menyiapkan sepeda motor untuk pria yang disebut sebagai Nazaruddin. Sosok tersebut juga disebut memiliki kemiripan dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang, Zulfan.
Meski demikian, kemiripan fisik dalam rekaman tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan identitas orang-orang yang terlihat di dalam video.
Informasi yang beredar menyebutkan rekaman tersebut diduga berasal dari kamera pengawas di sekitar mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Aceh Syariah.
Sumber, waktu pengambilan, keaslian, serta rekaman utuh sebelum dan sesudah kejadian masih memerlukan verifikasi dari pihak terkait.
Sebelumnya, Nazaruddin membantah tudingan bahwa dirinya melakukan kekerasan terhadap ML sebagaimana keterangan yang disampaikan FS selaku suami ML.
Nazaruddin mengatakan tudingan tersebut tidak sesuai dengan kejadian menurut versinya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan pemukulan terhadap ML.
Menurut Nazaruddin, kejadian bermula ketika dirinya hendak bertemu dengan Hendra Handyan, Bendahara PWI Kota Sabang, di Rumah Makan Sabang Kopi Center yang berada di sebelah Kantor Sekretariat Daerah Kota Sabang.
Sebelum menuju rumah makan, Nazaruddin mengaku sempat singgah di mesin ATM Bank Aceh yang berada di lokasi tersebut.
Saat hendak meninggalkan area ATM, ia mengaku dipanggil oleh FS.
“Saya langsung bilang, mau apa kamu. Di depan manis, di belakang habis jelekin aku di Facebook,” ujar Nazaruddin.
Ia mengatakan situasi kemudian berubah ketika ML datang menghampirinya.
“Saat itu ML langsung hilang kendali dan menyerang saya. Kebetulan saya batuk, mungkin ada kecipratan air liur dan itu dianggap meludah,” jelasnya.
Nazaruddin kembali membantah melakukan pemukulan. Ia mengatakan berusaha menjaga jarak untuk menghindari kontak fisik.
“Saya memang berusaha menjaga jarak karena saya sudah memprediksi bisa muncul fitnah, seolah-olah saya melakukan kekerasan,” katanya.
Sementara itu, Hendra Handyan membenarkan dirinya berada di lokasi ketika perselisihan tersebut terjadi.
Hendra menyatakan, berdasarkan apa yang dilihatnya secara langsung, tidak ada aksi pemukulan yang dilakukan Nazaruddin terhadap ML.
“Saya ada di lokasi dan tidak ada aksi kekerasan,” kata Hendra.
Menurut Hendra, Nazaruddin justru berusaha menghindari situasi ketika keributan terjadi.
“Saya melihat Nazaruddin berusaha menghindar saat direlai oleh sejumlah orang di lokasi,” ujarnya.
Hendra mengatakan dirinya berada tidak jauh dari lokasi sehingga dapat melihat situasi yang berlangsung.
“Saya tidak jauh. Meskipun malam, masih terlihat jelas Tgk Agam berusaha menghindar, namun dikejar oleh ML,” katanya.
Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas, terutama jika kemudian dikaitkan dengan kepentingan politik.
“Kalau memang sudah dilaporkan, biarkan proses hukum berlangsung. Jangan berasumsi atau beropini kalau tidak melihat langsung,” tegas Hendra.
Rekaman CCTV yang beredar dapat menjadi salah satu materi yang perlu diperiksa untuk mengurai kronologi kejadian.
Namun, video yang beredar di masyarakat belum cukup untuk memastikan secara menyeluruh siapa yang terlibat, apa yang terjadi sebelum dan sesudah adegan yang terekam, serta apakah rekaman tersebut merupakan video utuh atau telah dipotong.
Karena itu, verifikasi terhadap rekaman asli, sumber kamera, waktu perekaman, serta keterangan orang-orang yang berada di lokasi menjadi penting.
Kebenaran mengenai dugaan kekerasan maupun bantahan dari pihak Nazaruddin perlu diuji melalui keterangan saksi, rekaman asli, dan alat bukti lain dalam proses hukum.
Nazaruddin sendiri menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum terkait tudingan yang menurutnya merugikan nama baiknya.
Ia meminta agar persoalan tersebut tidak disimpulkan hanya berdasarkan narasi salah satu pihak, tetapi diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.