Sampan Fiber Tabrak Kayu hingga Pecah, Satu Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Pulukan
Ida Ayu Suryantini Putri September 11, 2026 07:03 AM

 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Seorang nelayan Jembrana bernama I Gusti Putu Sugiarta (38) dilaporkan hilang diduga tenggelam di sekitar perairan Pantai Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Rabu (9/9) sore.

Nelayan asal Cupel, Kecamatan Negara tersebut terlibat insiden kecelakaan laut saat pulang dari melaut.

Hal itu sebabkan sampan fiber warna putih bertuliskan "Rahayu" pecah dan tenggelam. Dari tiga orang, dua rekannya dilaporkan dalam keadaan selamat. 

Menurut informasi yang diperoleh Tribun Bali, peristiwa insiden kecelakaan laut tersebut terjadi di perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan tepatnya di wilayah Takat Deken pada koordinat -8°30'02.6"S 114°43'26.3"E, Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 17.00 WITA.

Baca juga: Gelombang dan Arus Kencang Selama Sebulan, Nelayan Pantai Lebih Gianyar Bali Hanya Bisa Melaut 2 Jam

Bermula dari sampan fiber warna putih yang dinahkodai oleh Neri Muhtakim (32) melaut bersama Samsul Hadi (36) serta korban I Gusti Putu Sugiarta (38).

Sekitar pukul 17.00 WITA atau saat pulang dari mancing ikan di perairan Pulukan, sampan tersebut menabrak sebatang kayu yang mengapung di pertengahan perairan Pulukan hingga sampan fiber tersebut pecah dan tenggelam.

Ketiga nelayan tersebut mengapung di laut dengan masing-masing  pegangan pada kayu pecahan sampan fiber.

Sekitar 30 menit kemudian ditolong nelayan asal Pengambengan yang kebetulan lewat di perairan tersebut. 

Namun begitu, seorang nelayan atas nama Sugiarta yang saat kejadian fibernya pecah mengapung dengan berpegangan pada pecahan katir berpisah dari dua orang temannya (saksi).

Baca juga: Nelayan di Jembrana Bali Diduga Jatuh ke Laut Belum Ditemukan Hingga Hari ke-7, Pencarian Ditutup

Korban dilaporkan hilang tersebut diduga dibawa arus laut. Karena tak melihat rekannya, dua orang korban selamat sempat melakukan pencarian terhadap temannya yang hilang.

Hingga Kamis (10/9) pagi tadi korban tidak juga ditemukan sehingga dilaporkan ke petugas. 

Mendapat laporan tersebut, tim SAR Gabungan Jembrana melakukan pencarian terhadap korban.

Tim rescue melakukan penyisiran dari perairan Gilimanuk hingga ke Pengambengan.

“Sesuai laporan ada tiga orang yang mengalami kecelakaan laut kemarin. Namun, satu orang masih belum ditemukan. Sementara dua orang lainnya berhasil diselamatkan nelayannya kemarin,” kata Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta saat dikonfirmasi, kemarin. 

AKP Suparta menyebutkan, pasca dilaporkan Tim SAR Gabungan Jembrana melakukan pencarian. Namun hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

“Masih nihil (hasil pencarian). Semoga bisa segera ditemukan,” jelasnya. 

Terpisah, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan menyebutkan, pasca menerima laporan tadi pagi pihaknya langsung melakukan penyisiran.

Pencarian dilakukan di sepanjang perairan Gilimanuk hingga Pengambengan.

“Kita lakukan pencarian dari Gilimanuk sampai Pengambengan. Namun masih belum ada hasil. Selama proses pencarian kita juga terkendala cuaca angin kencang di perairan,” jelasnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.