Mana yang Lebih Menentukan Kesuksesan Hidup, IQ atau EQ?
GH News September 11, 2026 07:07 AM
Jakarta -

Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, tes kecerdasan dan minat bakat biasanya dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa. Di dunia ini juga dikenal (IQ) untuk mengukur kecerdasan seseorang.

Namun, ada banyak pakar yang mengungkapkan (EQ) juga tak kalah penting. Banyak pakar percaya, bahwa ukuran standar kecerdasan berdasarkan IQ terlalu sempit.

IQ atau EQ yang Lebih Penting?

Penting bagi manusia untuk memiliki kecerdasan emosional (EQ) terkait dengan sifat dasarnya sebagai makhluk sosial. Meski begitu, IQ juga bisa menjadi faktor penentu dalam pengaplikasian konsep pemikiran saat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi.

Psikolog Daniel Goleman, sekaligus penulis buku menjelaskan bahwa EQ sangat penting untuk memahami situasi, kondisi, dan hubungan dengan orang lain dalam konteks komunikasi sosial.

Psikolog lain, Howard Gardner, juga berpendapat bahwa IQ dan EQ sama pentingnya. Namun, kemampuan seseorang untuk memahami dan mengekspresikan emosi mungkin lebih penting bagi orang dalam menjalani hidupnya.

Siapa yang Lebih Sukses?

Selama ini, IQ dipandang sebagai tolok ukur kesuksesan seseorang. Mereka dianggap menjalani hidup yang penuh pencapaian atau prestasi, seperti karier yang lancar atau pendapatan yang tinggi.

Di sisi lain, EQ dianggap lebih kompleks dalam menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Konsep utama kecerdasan emosional dijelaskan oleh John Mayer, seorang psikolog yang mempelajari emosi dan pikiran, dan Peter Salovey, yang mempelajari emosi dan perilaku, sebagai kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi diri sendiri, serta kemampuan untuk mengenali, memahami, dan merespons emosi orang lain.

Dalam pengertian tersebut, EQ banyak dibutuhkan di berbagai hal. Penelitian telah menunjukkan bahwa EQ merupakan prediktor kesuksesan yang lebih baik daripada IQ.

Dikutip dari The International Honor Society in Psychology, individu dengan EQ tinggi berfokus pada hal-hal positif. Misalnya mendengarkan sebelum mengambil keputusan, mengakui kesalahan, menunjukkan empati, dan menangani emosi negatif dengan tepat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.