269 Orang Diduga Keracunan MBG di Pati, Pemkab Tetapkan KLB
Wawan Akuba September 11, 2026 09:47 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menetapkan kejadian dugaan keracunan setelah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Keputusan tersebut diambil ketika ratusan penerima manfaat dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG. Total korban dalam kejadian tersebut mencapai 269 orang.

Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan pemerintah daerah memilih menetapkan KLB dengan pertimbangan utama keselamatan masyarakat.

Baca juga: Kekeringan Makin Meluas di Gorontalo, BMKG: Seluruh Wilayah Berstatus Siaga

“Kami memang mengutamakan masalah pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya hal-hal seperti ini yang menyangkut dengan nyawa. Makanya kemarin juga saya putuskan untuk kondisinya adalah KLB, karena kami utamakan masalah penyelamatan dulu,” ujar Chandra.

Penanganan terhadap para penerima manfaat terdampak kini masih berlangsung.

Pada Kamis (10/9/2026), sebanyak 59 orang masih menjalani perawatan. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono memastikan kondisi mereka terus membaik dan tidak ada pasien yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Sampai dengan siang atau sore (Kamis 10/9/2026), masih ada 59 yang masih dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi yang segera pulih. Tidak ada yang kondisinya mengkhawatirkan,” ujar Trenggono dikutip di Jakarta pada Kamis (10/9/2026).

Trenggono bersama Chandra juga telah menjenguk penerima manfaat yang masih dirawat.

Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, BGN dan Pemkab Pati menyatakan seluruh penerima manfaat yang terdampak akan mendapatkan pelayanan medis.

Persoalan pembiayaan perawatan juga menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Semua akan ditangani oleh pemerintah daerah maupun dari BGN. Jadi, tidak ada masalah untuk biayanya, sudah diatasi semua,” katanya.

Di sisi lain, BGN menjadikan kejadian di Pati sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program MBG.

Trenggono berharap makanan yang disiapkan untuk program tersebut tidak kembali menimbulkan kejadian serupa.

“Harapannya tentu tidak ada lagi makanan MBG yang disiapkan menimbulkan kejadian seperti ini,” ujarnya.

Baca juga: Vape Diusulkan Dilarang Total di Indonesia, BNN Ungkap Temuan Narkotika Cair

Evaluasi juga akan dilakukan bersama Pemkab Pati, termasuk terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Pemkab Pati menyatakan akan berkoordinasi dengan BGN untuk melakukan perbaikan. Pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga akan diperkuat setelah kejadian tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.