Teks Misa Minggu 13 September 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan September 11, 2026 09:47 AM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa Minggu 13 September 2026.

Teks misa lengkap renungan harian katolik untuk Minggu biasa XXIV tahun A dengan warna liturgi hijau.

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. 

Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi 
dimatikan.  

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. 

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Biasa. 

Baca juga: Injil Katolik Misa Hari Ini Jumat 11 September 2026 dan Mazmur Tanggapan

NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu  

01. TANDA SALIB DAN SALAM

P: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.

P: Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.

02. KATA PEMBUKA

P: Hari ini kita merayakan Minggu Biasa Keduapuluh Empat dalam Masa Biasa.

Pada hari Minggu ini, kita mendalami dan merenungkan tema pengampunan.

Bacaan pertama secara tegas menyatakan bahwa dendam kesumat dan amarah itu mengerikan, dan orang yang membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Itu berarti Tuhan tidak mau kita saling membunuh. Tuhan menginginkan agar kita saling menolong untuk hidup lebih baik.

Rasul Paulus juga menegaskan hal yang sama. Tidak ada seorang pun yang hidup untuk dirinya sendiri. Kita hidup untuk saling membantu satu sama lain. Hal yang sama telah dilakukan oleh Yesus.

Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan tentang pengampunan. Mengampuni berarti menerima orang lain dan bersamanya memperbaiki yang salah. Mengampuni tidak sama dengan membenarkan yang salah. Mengampuni berarti memberikan kesempatan yang baru lagi bagi sesama kita untuk memperbaikinya.

Mari kita hening sejenak, merenungkan kembali pengampunan yang selalu kita dapatkan dari Tuhan. Kita bersyukur untuk rahmat pengampunan itu.

[Hening sejenak]

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN

P: Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya kita siap mendengarkan Sabda Tuhan, Terang dan Pedoman hidup kita.

U: Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]

P: Kemuliaan kepada Allah di surga.

U: Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.

P: Kami memuji Dikau.

U: Kami meluhurkan Dikau.

P: Kami menyembah Dikau.

U: Kami memuliakan Dikau.

P: Kami bersyukur kepada-Mu karena kemuliaan-Mu yang besar.

U: Ya Tuhan Allah, Raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.

P: Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal.

U: Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putra Bapa.

P: Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.

U: Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.

P: Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.

U: Karena hanya Engkaulah kudus.

P: Hanya Engkaulah Tuhan.

U: Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.

P: Bersama dengan Roh Kudus.

U: Dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.

05. DOA PEMBUKA

P: Marilah kita berdoa. [Hening sejenak]

Ya Allah, Engkau telah menebus kami dan mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu. Pandanglah anak-anak kesayangan-Mu dengan rela hati, supaya semua orang yang percaya kepada Kristus memperoleh kebebasan sejati serta warisan abadi. Bukalah mata hati dan telinga kami untuk mendengarkan Sabda-Mu. Berilah kami kekuatan untuk menjadi saksi Injil-Mu di tengah dunia ini. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U: Amin.

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN

P: Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.

[Bacaan dibacakan dari Alkitab.]

07. BACAAN PERTAMA Sirakh 27:33–28:9

L: Bacaan dari Kitab Sirakh.

Dendam kesumat dan amarah pun sangat mengerikan juga, dan orang berdosalah yang dikuasainya. Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Tuhan dengan saksama mengindahkan segala dosanya. Ampunilah kesalahan kepada sesama orang, niscaya dosa-dosamu pun akan dihapus juga, jika engkau berdoa. Bagaimana gerangan orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan, jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia? Bolehkah ia berdoa karena dosa-dosanya, kalau tidak menaruh belas kasihan terhadap seorang manusia yang sama dengannya? Meskipun ia hanya daging belaka, namun ia menaruh dendam kesumat. Siapa gerangan akan memulihkan dosa-dosanya? Ingatlah akan akhir hidup dan hentikanlah permusuhan. Ingatlah akan kebusukan serta maut dan hendaklah setia kepada segala perintah.Ingatlah akan perintah-perintah dan jangan mendendami sesama manusia. Hendaklah ingat akan perjanjian dari Yang Mahatinggi, lalu ampunilah kesalahannya. Jauhilah pertikaian, maka dosa kaukurangkan, sebab orang yang panas hati mengobar-ngobarkan pertikaian.Orang yang berdosa mengganggu orang-orang yang bersahabat dan melontarkan permusuhan di antara orang-orang yang hidup dengan damai.

L: Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

08. MAZMUR TANGGAPAN: Refren (Mzm. 103:8):

Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Mzm. 103:1–2, 3–4, 9–10, 11–12

Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku,
dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Umat: Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu,
yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur,
yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.

Umat: Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Tidak selalu Ia menuntut,dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita,dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita.

Umat: Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Setinggi langit di atas bumi,demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

sejauh timur dari barat,demikian dijauhkan-Nya daripada kita pelanggaran kita.

Umat: Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

09. BACAAN KEDUA Roma 14:7–9

L: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma.

Saudara-saudari, tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati maupun atas orang-orang hidup.

L: Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

10. ALLELUIA: Yohanes 13:34

P: Alleluia.
U: Alleluia.

P: Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sebagaimana Aku telah mengasihi kamu.

U: Alleluia.

11. INJIL Matius 18:21–35

P: Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.

[Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.]Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “ Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.Sebab hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan utangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak istrinya dan segala miliknya untuk pembayar utangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: ‘Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunaskan.’ Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan utangnya.Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berutang seratus dinar kepadanya.Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: ‘Bayar utangmu!’ Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: ‘Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunaskan.’ Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya utangnya.Melihat itu, kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya:‘Hai hamba yang jahat, seluruh utangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?’Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh utangnya. Maka Bapa-Ku yang di surga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Kita baru saja mendengarkan bacaan Injil yang berbicara tentang pengampunan. Kita akan merenungkan dua poin berikut ini yang berhubungan dengan bacaan-bacaan hari ini. Pertama: Mengampuni dan pembebasan batin
Dalam bacaan Injil tadi, Yesus mengatakan bahwa kita mesti mengampuni sesama kita sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali. Dalam tradisi Yahudi, angka tujuh adalah angka sempurna. Maka, mengampuni sebanyak tujuh puluh kali tujuh kali berarti mengampuni tanpa batas, mengampuni dengan sepenuh hati. Pengampunan itu selalu membebaskan batin. Dengan mengampuni, orang tidak akan lagi merasa terluka. Mengampuni berarti menerima kenyataan bahwa hal itu telah terjadi dan kita berusaha memperbaikinya.

Orang yang tidak menerimanya akan mengalami pemberontakan di dalam hatinya, yang kemudian melahirkan dendam. Bacaan pertama hari ini mengingatkan kita akan bahaya dendam, karena dendam juga membunuh diri kita sendiri. Bacaan Injil juga mengingatkan kita akan hal yang sama. Orang yang tidak mengampuni akan terus berupaya melampiaskan dendamnya. Mengampuni memang tidak mudah, tetapi mengampuni itu melegakan.

Kedua: Pengampunan dan kebangkitan hidup

Rasul Paulus dalam bacaan kedua hari ini mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang hidup hanya untuk dirinya sendiri. Kita hidup untuk Tuhan.Itu berarti kita membangun bersama Tuhan. Sama seperti Tuhan yang selalu berupaya membantu kita menuju kepada keselamatan dan hidup yang lebih baik, maka kita pun diajak untuk saling membantu demi hidup yang lebih baik.Bacaan Injil memberikan pelajaran bahwa sama seperti Tuhan mengampuni kita, maka kita pun wajib mengampuni orang lain pula.Mengampuni memang tidak sama dengan membenarkan kesalahan. Kita tetap menyatakan hal yang salah ketika itu salah. Namun, mengampuni adalah salah satu titik awal untuk membantu sesama bangkit dari kesalahan. Dengan cara seperti ini, kita tidak menambah rantai kesalahan, tetapi kita menjadi salah seorang yang turut memutuskan rantai kesalahan. Kita bangkit bersama orang yang bersalah dan membantunya menjadi lebih baik. Semoga kita belajar dari Sabda Tuhan hari ini untuk bisa saling memaafkan dan saling membangun hidup yang lebih baik.

Pesan Tuhan:

“Jauhilah pertikaian, maka dosa kaukurangkan, sebab orang yang panas hati mengobar-ngobarkan pertikaian.”

Amin.

13. HENING SEJENAK

[Hening sejenak.]

14. SYAHADAT

P: Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat.

U: Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa...

15. DOA UMAT

P: Saudara-saudari terkasih, Allah memberi anugerah kepada kita dengan murah hati. Orang yang datang paling akhir dan orang yang datang paling awal diperlakukan sama. Percaya akan kebijaksanaan Allah, marilah kita memohon dengan rendah hati.

P: Bagi Gereja kudus. Kita berdoa, semoga Tuhan menganugerahkan sikap ramah dan penuh perhatian kepada umat-Nya, agar kita tidak saling merendahkan dan membeda-bedakan. Marilah kita mohon...

P: Bagi para pemimpin negara. Kita berdoa, semoga Allah Bapa berkenan memimpin hati dan budi mereka agar mampu melayani semua pihak tanpa pilih-pilih. Semoga mereka mengutamakan perhatian mereka kepada orang-orang kecil yang memerlukan bantuan nyata. Marilah kita mohon...

P: Bagi saudara-saudari tunakarya. Kita berdoa, semoga mereka bertemu dengan orang-orang yang bersedia menolong mereka dalam usahanya mendapatkan pekerjaan yang layak. Marilah kita mohon...

P: Bagi kita semua yang hadir di sini. Semoga Tuhan menganugerahkan kepada kita sikap melayani sesama tanpa pamrih, tanpa mengharapkan sanjungan dan keuntungan. Semoga kita bersedia melayani dengan tulus dan murah hati. Marilah kita mohon...

P: Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.

[Hening sejenak, lalu dilanjutkan.]

P: Ya Tuhan, kami hanyalah hamba-hamba yang tak berguna. Kami sangat memerlukan rahmat-Mu dalam hidup bersama di tengah masyarakat.

Dengarkanlah doa-doa kami ini, di dalam Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin.

16. KOLEKTE

[Selanjutnya diadakan pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan, lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar, diiringi lagu persembahan yang bernada syukur kepada Tuhan atau ajakan berbagi.]

17. DOA PUJIAN

[Sesudah kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar. Umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]

P: Saudara-saudari yang terkasih, Allah begitu baik kepada kita umat-Nya. Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita. Maka, marilah kita memuji Dia dan berkata:

U: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P: Allah Mahapengasih dan penyayang, Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami. Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau menciptakan kami dan menganugerahi kami kehidupan. Maka kami memuji Engkau.

U: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P: Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami. Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh, Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai. Engkau menyerahkan Dia bagi kami. Maka kami memuji Engkau.

U: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P: Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami. Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu untuk menyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri kami. Maka kami memuji Engkau.

U: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P: Setiap hari Engkau melimpahi kami dengan karunia dan berkat, sehingga kami dapat menunaikan tugas kami sehari-hari, yakni berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami. Maka kami memuji Engkau.

U: Ya Allah yang kekal, Engkau sungguh baik hati.

P: Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[Menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur.]

RITUS KOMUNI

Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan:

Menyambut Komuni - lihat Cara A.

Tidak menyambut Komuni, tetapi umat diajak menghayati Komuni Batin/rindu -lihat Cara B.

18A. CARA A - DENGAN KOMUNI

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan Komuni.

Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan meletakkannya di atas kain korporale.

Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat.

Sesudah itu, Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P: Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus. Maka, dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

[Hening sejenak.]

19A. BAPA KAMI [Berdiri]

P: Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam Damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak umat, misalnya sebagai berikut:

P: Marilah kita saling memberikan salam damai.

[Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat.]

Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat sambil berkata:

P: Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya.

Pemimpin dan umat berdoa bersama-sama.

U: Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dahulu.

Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut Komuni seraya setiap kali berkata:

P: Tubuh Kristus.
U: Amin.

[Penyambutan Komuni diiringi dengan nyanyian Komuni.]

18B. CARA B - TANPA KOMUNI

P: Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni Kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI [Berdiri]

P: Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai putra-putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Dapat dilaksanakan Salam Damai.

P: Marilah kita saling memberikan salam damai.

[Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat.]

20B. DOA KOMUNI BATIN [Berlutut/berdiri]

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:

P: Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.

P: Yesus bersabda:

“Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”
(Yoh. 15:3–4)

[Hening sejenak.]

P: Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku.

Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang.

Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu. Jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.

[Hening sejenak.]

P: Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:

P: Yesus, datanglah dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

U: Yesus, datanglah dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.

Lalu diberi saat hening secukupnya.

Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu syukur.

21. MENDOAKAN MAZMUR 136:1–9

[Bisa dibaca bergantian oleh dua orang.]

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Kepada Dia yang menghamparkan bumi di atas air!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Kepada Dia yang menjadikan benda-benda penerang yang besar;
bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Matahari untuk menguasai siang;
bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.

Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN

P: Saudara-saudari terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk bersedia mengampuni saudara-saudari yang bersalah.

Itu berarti bahwa kita harus bersedia mengampuni siapa pun, di dalam maupun di luar kalangan kita.

Pengampunan harus melampaui tembok-tembok pembatas persaudaraan.

Pengampunan yang kita berikan merupakan pewartaan nyata bahwa Allah itu Maharahim, penuh belas kasih.

Marilah kita saling mendahului dalam memberi pengampunan.

23. DOA PENUTUP

P: Marilah kita berdoa.

Allah yang Maharahim, Engkau mengajarkan kami untuk saling menerima satu sama lain dan saling memaafkan.

Semoga Engkau menguatkan kami agar kami selalu mengedepankan semangat pengampunan.

Lembutkanlah juga hati kami sekiranya kami merasa sulit untuk menerima maaf dari sesama kami.

Demi Kristus, Dialah Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin.

24. MOHON BERKAT TUHAN

P: Sebelum mengakhiri perayaan ini, marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

[Hening sejenak.]

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

[Sambil membuat tanda salib pada diri sendiri.]

P: DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.

U: Amin.

P: Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.

U: Syukur kepada Allah.

25. PENGUTUSAN

P: Marilah pergi, kita diutus.
U: Amin.

26. LAGU PENUTUP

[Dinyanyikan lagu penutup yang sesuai.]

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.