Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir
WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Rumah kost Omah Vonny di Jalan Cibubur III RT 07/01, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, didemo warga pada Kamis (10/9/2026) sore.
Aksi tersebut dilakukan karena warga resah dengan dugaan aktivitas prostitusi online dan peredaran narkoba di rumah kost tersebut.
Lurah Cibubur Rony Abdullah mengatakan, sebelum aksi digelar, perwakilan pengelola Omah Vonny telah menerima surat peringatan dari warga.
Bahkan, dua hari sebelum aksi, pihak kost telah bersepakat untuk mengosongkan tempat tersebut sementara waktu.
"Jadi dua hari yang lalu perwakilan Omah Vonny sudah bersepakat bahwa kos-kosan ini harus dikosongkan terlebih dahulu karena masyarakat mendapatkan informasi dan mengindikasikan bahwa kontrakan ini digunakan untuk kegiatan prostitusi," kata Rony kepada Warta Kota, Jumat (11/9/2026).
Baca juga: Warga Demo Rumah Kost di Cibubur Jaktim, Protes Dugaan Prostitusi Online
Menurut Rony, keputusan tersebut diambil setelah seluruh RT, Ketua RW 01, tokoh agama, serta masyarakat menggelar rapat di kantor Kelurahan Cibubur.
Warga, kata dia, menginginkan lingkungan tempat tinggal yang bersih dari aktivitas prostitusi maupun peredaran narkoba.
Mereka juga khawatir aktivitas tersebut dapat berdampak terhadap para remaja di lingkungan sekitar.
Rony mengatakan, dalam pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya ditemukan sejumlah benda yang dinilai dapat menjadi indikasi adanya aktivitas prostitusi.
"Jadi dari pemeriksaan yang sudah kita lakukan, ditemukan banyak sekali bukti-bukti kegiatan yang mungkin mengarah ke prostitusi. Karena di sini ditemukan beberapa alat kontrasepsi yang sudah dipakai maupun yang belum dan ini sebagai bukti awal, tentunya kita berharap ada penyelidikan lanjutan dari aparat terkait," tegasnya.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Soroti Dugaan Judi hingga Prostitusi di Kebon Pala, Aparat Diminta Turun Tangan
Meski demikian, Rony berharap temuan tersebut ditindaklanjuti melalui penyelidikan aparat berwenang untuk memastikan dugaan aktivitas yang dikeluhkan warga.
Ia juga mengimbau pemilik rumah kost di wilayah Kelurahan Cibubur agar lebih memperhatikan aktivitas para penghuninya.
Menurut Rony, keberadaan rumah kost pada dasarnya tidak dilarang selama digunakan sesuai dengan fungsinya.
"Artinya, kegiatan kos-kosan tidak dilarang, namun harus disesuaikan dengan fungsinya. Kalau kos-kosan untuk karyawan-karyawati maupun anak sekolah, anak kuliah, tentunya itu membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal," ungkap mantan Sekretaris Kelurahan Cibubur.
"Tapi kalau untuk kegiatan prostitusi, terutama di kawasan permukiman, ini sangat mengganggu yang ada di masyarakat sekitar tentunya," sambungnya.
Sebelumnya, warga RW 01 Kelurahan Cibubur menggelar aksi di depan rumah kost Omah Vonny, Kamis sore.
Dalam aksi tersebut, warga membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan, di antaranya bertuliskan "stop narkoba", "bubarkan penghuni kost Omah Vonny", serta "kami warga RW 01 dengan tegas bubarkan kostan Tante Vonny sekarang juga, prostitusi online".
Warga juga menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara atau toa dan meminta para penghuni kost meninggalkan lokasi.
Saat aksi berlangsung, tidak terlihat sepeda motor terparkir di area rumah kost. Diduga, sebagian penghuni telah meninggalkan lokasi sebelum massa datang.
Di tengah aksi, seorang perempuan yang disebut warga sebagai cucu pemilik kost datang ke lokasi dan sempat meminta massa membubarkan diri.
Baca juga: Warga Cibubur Geruduk Rumah Kost, Diduga Ada Prostitusi Online Beroperasi 11 Tahun
Namun, massa yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu RW 01 tetap bertahan.
Lurah Cibubur Rony Abdullah kemudian tiba di lokasi untuk menenangkan warga.
Perempuan yang mengaku sebagai cucu Oma Vonny itu sempat mendekati Rony dan mengajaknya masuk ke dalam rumah kost.
Saat keduanya berjalan masuk, warga meneriaki perempuan tersebut.
Perempuan itu kemudian terlihat menangis dan mendorong massa pendemo.
Istri Ketua RT 06, Kartini, mengaku terdorong hingga nyaris terjatuh.
"Iya tadi didorong hampir jatuh," ujar Kartini, Kamis.
Beruntung, warga lainnya segera menahan Kartini sehingga tidak sampai terjatuh. (*)