Profil Lengkap Rizki Juniansyah, Lifter Indonesia Peraih Emas Olimpiade
Guntur Merdekawan September 11, 2026 11:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Rizki Juniansyah merupakan lifter andalan Indonesia yang mengukir sejarah sebagai peraih medali emas pertama Tanah Air di cabang angkat besi Olimpiade. Berikut profil lengkapnya, mulai dari biodata, agama, deretan prestasi, hingga debutnya membela Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.

Nama Rizki kini menjadi salah satu andalan utama kontingen Indonesia, berkat rekam jejak prestasinya yang konsisten di berbagai ajang multicabang maupun kejuaraan tunggal angkat besi dunia.

 

Biodata dan Latar Belakang Keluarga

Rizki Juniansyah bersama sang ibunda (instagram.com/rjuniansyah_)
Rizki Juniansyah bersama sang ibunda (instagram.com/rjuniansyah_)

Rizki Juniansyah lahir di Serang, Banten, pada 17 Juni 2003, dari pasangan Muhammad Yasin dan Yeni Rohaeni. Ia terlahir dari keluarga atlet angkat besi, dengan sang ayah merupakan mantan lifter nasional yang berkarier pada era 1983-1993, sementara sang ibu juga tercatat sebagai mantan atlet angkat berat di tingkat Provinsi Banten.

Rizki mulai berlatih angkat besi sejak usia empat atau lima tahun, langsung di bawah bimbingan sang ayah sendiri. Disiplin tinggi yang ditanamkan sejak dini inilah yang kemudian mengantarkannya menembus panggung olahraga internasional di usia yang masih relatif muda.

 

Agama Rizki Juniansyah

Rizki Juniansyah seorang muslim (instagram.com/rjuniansyah_)
Rizki Juniansyah seorang muslim (instagram.com/rjuniansyah_)

Rizki Juniansyah diketahui memeluk agama Islam. Latar belakang keluarganya yang lekat dengan dunia angkat besi turut membentuk karakter disiplin dan kerja kerasnya, nilai-nilai yang ia bawa hingga meraih berbagai prestasi di level dunia.

 

Perjalanan Karier dan Deretan Prestasi

Rizki Juniansyah lifter Indonesia pertama yang raih medali emas Olimpiade (instagram.com/rjuniansyah_)
Rizki Juniansyah lifter Indonesia pertama yang raih medali emas Olimpiade (instagram.com/rjuniansyah_)

Rizki mulai merambah level Asia sejak 2019, ketika ia meraih medali perak di Kejuaraan Asia Remaja. Kariernya terus menanjak lewat berbagai ajang kualifikasi Olimpiade, termasuk Kejuaraan Dunia 2022 di Bogota, Kolombia, dan Kejuaraan Asia 2024 di Tashkent, Uzbekistan.

Puncak pencapaian Rizki datang pada Jumat, 9 Agustus 2024, ketika ia menjadi lifter pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade, dalam debutnya di kelas 73 kg pada Olimpiade Paris 2024. Rizki mencatatkan total angkatan 365 kg, mengalahkan lifter China Shi Zhiyong dan lifter Jepang Miyamoto Masanori, sekaligus memecahkan rekor Olimpiade di kelas tersebut.

Prestasi Rizki berlanjut di SEA Games 2025, Thailand, ketika ia tampil di kelas 79 kg dan berhasil memecahkan dua rekor dunia sekaligus, yakni pada angkatan clean & jerk seberat 205 kg dan total angkatan 365 kg, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lifter muda paling menjanjikan di dunia.

 

Debut di Asian Games 2026 dengan Tantangan Kelas Baru

Rizki Juniansyah bakal jadi andalan Indonesia di Asian Games 2026 (instagram.com/rjuniansyah_)
Rizki Juniansyah bakal jadi andalan Indonesia di Asian Games 2026 (instagram.com/rjuniansyah_)

Rizki Juniansyah akan menjalani debut pertamanya di ajang Asian Games pada edisi Aichi-Nagoya 2026, setelah sebelumnya sempat absen di Asian Games Hangzhou 2022 akibat harus menjalani operasi usus buntu. Pada edisi kali ini, Rizki menghadapi tantangan baru dengan naik kelas dari 73 kg ke 85 kg putra, hasil pertukaran kelas dengan seniornya, Rahmat Erwin Abdullah, yang akan tampil di kelas 75 kg.

Perubahan kelas ini terjadi karena jatah tiap negara hanya satu atlet per kelas pertandingan. Rizki mengaku tidak menganggap perubahan kelas maupun tingginya ekspektasi publik sebagai beban, melainkan sebagai motivasi tambahan untuk tampil maksimal. Ia menegaskan buat apa dijadikan beban? Kalau misalkan dijadikan beban buat saya, hal itu justru berisiko memengaruhi performanya di atas panggung pertandingan.

Saat ini, Rizki tengah menjalani proses penyesuaian berat badan dari sekitar 78 kg menuju target 80 kg, dengan pengaturan nutrisi dan program latihan yang dijalankan secara bertahap demi memaksimalkan tenaga di kelas barunya. Usai Asian Games 2026, Rizki berencana kembali turun kelas ke 73 kg untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade 2028, kelas yang selama ini menjadi spesialisasinya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.