TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut Kunci Jawaban dalam soal Mahir Berbahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 57 - 59 Kegiatan 3 dan 4 Bab 3 Mengasah Imajinasi Melalaui Cerpen, Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka.
Kegiatan 3
Judul: Memaknai Informasi dalam Teks Cerpen
Tujuan: Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks cerpen.
A. Bacalah teks cerpen berikut dengan saksama.
Mona Lisa
Cerpen karya Grace Paris
Cahaya matahari begitu bersinar pagi ini. Lisa, siswi SMA yang sedang terburu-buru ke sekolah, terlihat begitu bersemangat. Sesampainya di gerbang sekolah, ia melihat mobil mewah terparkir. Dari mobil itu, seorang gadis turun sambil dipapah, kemudian didudukkan di kursi roda.
Sambil tersenyum Lisa menghampirinya "Mona!" sapa Lisa. Gadis bernama Mona itu memegang tangan Lisa.
"Biar Lisa saja yang mendorongku," ucap Mona pada pengasuhnya.
Mereka berdua melewati lorong sekolah menuju ke kelas. Sepanjang perjalanan mereka menjadi bahan tontonan. Lisa dan Mona memang sudah lama bersahabat sejak kecil. Namun, keadaan Mona yang lumpuh tak membuat persahabatan mereka luntur, bahkan Lisa senantiasa menemaninya.
Mereka hampir selalu bersama di sekolah, bahkan mereka satu kelas. Mereka sudah seperti saudara kandung. Mona sendiri memang anak tunggal, sedangkan Lisa mempunyai seorang kakak tiri. Kakak tirinya tidak tinggal bersamanya, bahkan Mona belum pernah lihat.
Setiap akhir pekan mereka saling mengunjungi untuk bermain dan belajar bersama. Namun, akhir-akhir ini Mona merasa aneh dengan sikap Lisa. Bila ia ke rumah Lisa saat akhir pekan, ia selalu tidak dapat menemui Lisa. Ketika Mona mencoba menanyakan hal itu, Lisa mengungkapkan berbagai alasan.
Suatu hari saat pulang sekolah, Lisa dan Mona berjalan-jalan di halaman belakang sekolah. Tampak seorang pemuda yang merupakan kakak kelas mereka. Pemuda tersebut bernama Willy. Untuk waktu yang lama, Mona tak berhenti menatap pemuda itu. Willy memang terlihat jarang berada di sekolah. Willy terkenal dengan kenakalannya dan sering bolos, tetapi anehnya selalu mendapat nilai tertinggi di ujian.
"Tunggu!" ucap Mona saat Willy melewatinya.
"Ada apa?" tanya Willy datar.
"Oh, tidak," jawab Mona dengan gugup. Willy dengan cueknya terus berjalan. Sejak pertemuan itu, Mona selalu tampak ceria dan sering mengunjungi halaman belakang sekolah. Akhirnya dia bisa mengobrol dengan Willy di sana.
Melihat itu, Lisa sangat senang karena Mona yang ia kenal tidak begitu ceria. Sejak Mona lumpuh, Lisa hanya bisa mengamati Mona dari kejauhan. Menurutnya jika Mona bahagia maka dirinya juga bahagia. Lisa tak ingin Mona sedih suatu hari nanti.
Pertemuannya dengan Willy membuat Mona belakangan ini sibuk. Ia tak pernah melihat Lisa kecuali di kelas. Merasa bersalah dengan sikapnya sendiri, Mona memutuskan untuk mencari Lisa. Setelah mencarinya ke mana-mana, ia dikagetkan dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat Lisa sedang memeluk Willy. Melihat kejadian tersebut, Mona menangis. Isak tangisnya terdengar oleh Willy dan Lisa.
"Mona ... itu ... gak ..." belum sempat Lisa menjelaskan, Mona telah pergi. Namun, karena terlalu sedih, dirinya tak tahu harus pergi ke mana. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keluar sekolah. Tiba-tiba saja saat Mona keluar dari sekolah, ia tertabrak. Akibat kejadian itu, Mona dilarikan ke rumah sakit. Mona mengalami koma selama beberapa hari. Saat ia sadar, dirinya melihat keluarganya dan Willy.
"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Mona sinis kepada Willy.
"Lihat ini," ucap Willy sambil memberinya cermin.
"Apa maksudmu? Wajahku tak apa-apa," ucap Mona sambil bercermin.
"Mata ... dan ini dia titipkan surat untukmu," ucap Willy keluar meninggalkan Mona dan keluarganya.
"Hai, Mona! Apa kamu baik-baik saja? Kuharap begitu. Aku minta maaf atas semuanya, bahkan untuk kenangan buruk yang kau lihat sebelum kecelakaan itu. Aku harap kau tak salah paham atas diriku dan Willy. Dia itu kakak tiriku yang belum pernah kau lihat. Aku hanya menyesal tak dapat menemui mu, tetapi aku senang dapat melihat dunia bersamamu. Salam Lisa," tulis Lisa dalam sepucuk surat itu.
Mona membacanya sambil menangis. Akhirnya Mona tahu bahwa Lisa selama ini mengidap sakit kanker. Lisa selalu pergi berobat saat akhir pekan. Mata yang dirinya 'pakai' saat ini adalah milik Lisa.
(Sumber: cerpenmu.com)
B. Nah, berdasarkan teks tersebut, coba kamu temukan informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan berdasarkan teks cerpen tersebut. Caranya, buat lima buah pertanyaan untuk menemukan makna, baik yang tersurat maupun tersirat. Kamu dapat menggunakan kata tanya apa, siapa, mengapa, di mana, dan bagaimana. Perhatikan contoh seperti pada nomor satu.
1. Apakah tema yang dibahas dalam teks cerpen tersebut?
Contoh Jawaban:
2. Siapakah tokoh utama dalam cerpen tersebut dan bagaimana karakter tokoh tersebut?
3. Mengapa Lisa menjauh dari Mona pada akhir pekan?
4. Bagaimana perasaan Mona setelah mengetahui bahwa Lisa selama ini menderita sakit kanker?
5. Apa pesan yang dapat diambil dari cerpen "Mona Lisa" tersebut?
Kegiatan 4
Judul: Menemukan Pesan Tersurat dan Tersirat dalam Teks Cerpen
Tujuan: Peserta didik mampu menemukan pesan tersurat dan tersirat dalam teks cerpen.
Teks cerpen tidak pernah diciptakan sang pengarang dalam situasi kosong. Artinya, teks cerpen akan sangat dipengaruhi oleh latar belakang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, pengetahuan, dan semacamnya. Oleh karena itu, dalam teks cerpen selalu ada pesan-pesan moral yang ingin disampaikan pengarang, baik tersurat maupun tersirat. Sekarang, coba kamu cermati kembali teks cerpen "Mona Lisa" karya Grace Paris. Coba kamu temukan berbagai pesan, baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam teks tersebut dengan melengkapi isian pada tabel berikut. Perhatikan soal nomor 1 yang sudah dikerjakan sebagai contoh.
Pesan Tersurat dan Tersirat dalam Teks Cerpen
Nomor 1
Pesan Tersurat: Namun, keadaan Mona yang lumpuh tak membuat persahabatan mereka luntur, bahkan Lisa senantiasa menemaninya.
Pesan Tersirat: Lisa sangat setia kawan kepada Mona.
Contoh Jawaban:
Nomor 2
Pesan Tersurat: Akhirnya Mona mengetahui bahwa Lisa selama ini mengidap penyakit kanker.
Pesan Tersirat: Lisa menjauh dari Mona bukan karena tidak peduli, tetapi karena sedang menjalani pengobatan.
Nomor 3
Pesan Tersurat: Mata yang digunakan Mona setelah kecelakaan merupakan mata milik Lisa.
Pesan Tersirat: Lisa rela berkorban demi kesembuhan dan kebahagiaan Mona.
Nomor 4
Pesan Tersurat: Villy adalah kakak tiri Lisa yang belum pernah dilihat Mona.
Pesan Tersirat: Kita tidak boleh terburu-buru menilai seseorang tanpa mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Nomor 5
Pesan Tersurat: Lisa merasa senang karena Mona dapat melihat dunia bersamanya.
Pesan Tersirat: Kasih sayang yang tulus dapat ditunjukkan melalui pengorbanan.
(Tribunpekanbaru.com)