Keluarga Korban Penembakan KKB di Papua Pegunungan Mengaku Mendapat Teror Telepon
Petrus Bolly Lamak September 11, 2026 10:27 AM

 

TRIBUNSORONG.COM - Duka keluarga atas meninggalnya Wili Mbuik, salah satu korban penembakan di Papua Pegunungan, semakin mendalam setelah keluarga mengaku mendapat teror dari pihak yang diduga merupakan pelaku penembakan.

Teror tersebut tidak hanya dialami keluarga Wili Mbuik yang berada di Kota Kupang, tetapi juga keluarga almarhumah yang berada di Kabupaten Rote Ndao.

Hal tersebut disampaikan om kandung almarhumah, Johanis Baba, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, Kamis 10 September  2026malam.

Johanis mengatakan, keluarga mendapat teror melalui telepon seluler, termasuk melalui panggilan video call.

Menurut Johanis, teror tersebut diduga dilakukan dengan menggunakan nomor-nomor keluarga yang tersimpan di dalam ponsel milik Wili Mbuik.

Baca juga: Jenazah Korban Penembakan OPM di Jayawijaya Dipulangkan ke NTT

Ia mengatakan, ponsel milik almarhumah diduga telah diambil oleh pihak yang melakukan penembakan setelah insiden terjadi.

Kata Johanis kondisi tersebut membuat keluarga semakin khawatir, terlebih setelah mengetahui nomor ponsel milik Wili Mbuik kini sudah tidak aktif ketika coba dihubungi oleh pihak keluarga.

"Kami coba hubungi nomor Wili, tapi sudah tidak aktif," katanya.

Johanis menjelaskan, meski nomor milik Wili tidak lagi aktif, sejumlah nomor keluarga yang sebelumnya tersimpan di dalam ponsel tersebut justru mendapat kontak dari pihak yang diduga sebagai pelaku penembakan.

Kontak tersebut, kata dia, dilakukan untuk meneror keluarga, baik yang berada di Kupang maupun di Rote.

Wili Mbuik merupakan salah satu dari tiga korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua Kodap III Ndugama Darakma di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu 9 September 2026 sekitar pukul 15.53 WIT.

Dalam insiden tersebut, Wili Mbuik meninggal dunia bersama dua korban lainnya, yakni Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Meha (35).

Ketiganya diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Saat kejadian, ketiga korban sedang dalam perjalanan kembali menuju Kota Wamena setelah melakukan peninjauan terhadap program cetak sawah.

Jenazah dipulangkan

Duka mendalam menyelimuti keluarga Wili Mbuik (26), satu dari tiga korban meninggal dunia akibat penembakan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Rabu,(9/9/2026).

Jenazah korban kini dalam proses pemulangan dari Wamena (Ibu Kota Jayawijaya) menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proses pemulangan jenazah mendapatkan pengawalan aparat kepolisian sejak keberangkatan awal hingga transit di Jayapura, Kamis (10/9/2026) ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito.

Keberangkatan jenazah diawali dari Apron II Bandar Udara Wamena menggunakan pesawat kargo Trigana Air dengan nomor registrasi PK-YSV pada Kamis pagi.

Baca juga: Polisi Mimika Pakai Motor Dinas Evakuasi Ibu Hamil Karena Ambulans Rusak

Jenazah mulai dimuat ke dalam bagasi pesawat sekitar pukul 10.58 WIT, sebelum akhirnya lepas landas menuju Jayapura pada pukul 11.20 WIT.

Setibanya di Bandar Udara Sentani Jayapura pukul 11.58 WIT, jenazah dipindahkan ke fasilitas kargo dan ditempatkan sementara di ruang karantina sembari menunggu jadwal penerbangan lanjutan.

Perjalanan membawa pulang jenazah Wili Mbuik menempuh rute transit yang lumayan panjang. Dari Jayapura, jenazah dijadwalkan terbang menuju Makassar, dilanjutkan transit di Jakarta, sebelum akhirnya mendarat di NTT.

Polda Papua memastikan seluruh rangkaian proses keberangkatan jenazah dari Wamena hingga Jayapura berlangsung aman dan terkendali.

"Kepolisian bersama pihak terkait melakukan pengamanan dan monitoring di setiap tahapan pemulangan untuk memastikan perjalanan jenazah berjalan aman, tertib, dan lancar hingga diterima pihak keluarga," tegas Cahyo.

Selain menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga korban, Polda Papua juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Baca juga: Dua Anak Tewas oleh Ibu Kandung, Polisi Jayapura Desak Edukasi Pola Asuh

Masyarakat diminta tidak menyebarkan isu atau informasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya agar kondisi keamanan di Papua Pegunungan tetap kondusif.

Saat ini, insiden penembakan maut di Distrik Muliama tersebut tengah menjadi prioritas penanganan aparat keamanan.

Tim penyidik terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengejar dan mengungkap identitas para pelaku di balik aksi kekerasan tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.