TRIBUNSUMSEL.COM - Nama Julian Kaisar alias Uan, vokalis band Juicy Luicy belakangan jadi sorotan usai Instagramnya menghilang, buntut batal tampil di Batam.
Diketahui, Juicy Luicy batal tampil di Batam karena diduga persoalan kelebihan bagasi saat penerbangan.
Usai kabar tersebut, Instagram Uan menghilang hingga muncul video klarifikasinya yang menyebut kejadian kelebihan bagasi adalah kesalahan panitia.
Terkini, Uan lagi-lagi disorot usai beredar pesan lawas antara Uan dan mantan fansnya di akun Threads.
Salah satu akun yang mengunggah ulang percakapan keduanya melalui direct message (DM) Instagram adalah @invox_.
Dalam percakapan itu, Uan diduga meminta post a picture (PAP) kepada penggemarnya yang merupakan seorang perempuan.
Berawal dari sang penggemar memberinya semangat.
"See you at Swaraya Uan?. Semangat terus jangan lupa istirahat soalnya kemarin aku liat kantung mata kamu gelap banget," kata fans.
Baca juga: Pengakuan Uan Juicy Luicy Batal Manggung di Batam Gegara Kelebihan Bagasi, Sebut Panitia Bermasalah
Pesan itu dibalas Uan hingga meminta fans mengirimkan foto dengan baju yang dipakai saat menonton konser Juicy Luicy.
"Hehe iya makasih banyak. PAP dulu dong," balas Uan.
Sang penggemar membalas bahwa baju yang ia kenakan waktu itu sudah dicuci.
"Istighfar," balas sang penggemar.
Unggahan itu memancing reaksi netizen.
"Awal keruntuhan," komentar @studio42uhf
Vokalis grup musik Juicy Luicy, Julian Kaisar atau yang akrab disapa Uan, akhirnya membeberkan alasan di balik batalnya timnya meramaikan panggung XYZ Liveground di Batam pada 5 September 2026.
Persoalan penanganan kelebihan muatan bagasi pesawat hingga ketidakjelasan akomodasi hotel disebut menjadi pemicu utama rombongan memutuskan tidak berangkat.
Penjelasan tersebut disampaikan Uan saat merespons pertanyaan warganet dalam sesi siaran langsung di akun Instagram pribadinya, @uan.kaisar.
"Nggak jadi tampil di Batam karena panitianya g*bk," tutur Uan, mengutip rekaman video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @lambe_turah pada Kamis, 10 September 2026.
Menurut Uan, masalah di bandara timbul akibat sisa kewajiban pembayaran fasilitas perjalanan yang belum dirampungkan oleh pihak penyelenggara, termasuk urusan bagasi dan durasi pemesanan hotel.
"Karena nggak bayar bagasi, sama hotelnya ge can puguh (masih belum pasti) ya? Hotelnya baru sehari. Bagasinya nggak dibayar, padahal udah lunas. Belegug," ujar Uan.
Uan juga menanggapi santai klarifikasi yang sempat dirilis oleh panitia XYZ Liveground.
Bagi Uan, penjelasan tersebut hanya bentuk pertahanan diri dari pihak panitia atas kelalaian manajemen waktu penyelenggarakan.
"Namanya juga pasti membela diri lah. Ya kalau, kalau misalnya bener mah, kenapa nggak dari seminggunya aja ngelunasin? Ngelunasin semuanya, bagasinya dibayar, udah tinggal pergi, udah," tegasnya.
Baca juga: Sosok Uan Kaisar Vokalis Juicy Luicy, Akun IG Menghilang usai Batal Manggung di Batam Gegara Bagasi
Ia menyebut insiden gagal berangkat akibat persoalan teknis ini baru pertama kali dialami Juicy Luicy dari ratusan jadwal panggung yang pernah mereka jalani.
"Ini dari berapa panggung, dari 300 panggung kali, ini cuma satu yang bermasalah," ucap Uan.
Sebelum pernyataan Uan viral, masalah pembatalan ini sempat memicu perdebatan hangat di media sosial Threads.
Pihak XYZ Liveground lantas menyampaikan kronologi kejadian melalui unggahan Instagram Story untuk memberikan sudut pandang panitia.
Promotor menegaskan bahwa seluruh kewajiban dasar kepada performer, mulai dari honor hingga tiket penerbangan, sebenarnya telah diselesaikan sebelum hari pelaksanaan.
"Menjelang pelaksanaan XYZ, penyelenggara telah mempersiapkan kebutuhan performer berdasarkan kesepakatan yang telah dikomunikasikan, antara lain: Pembayaran fee yang telah dilakukan full, tiket penerbangan pulang-pergi, akomodasi hotel, kebutuhan perjalanan dan hospitality, kebutuhan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan acara," tulis pihak XYZ Liveground.
Pihak panitia mengklaim perselisihan baru muncul secara mendadak di bandara saat proses check-in akibat adanya biaya kelebihan muatan bagasi.
Untuk mengejar jadwal penerbangan, penyelenggara mengaku telah menawarkan opsi reimbursement (penggantian biaya di kemudian hari).
"Tujuan kami saat itu bukan memperdebatkan biaya, tetapi memastikan performer tetap berangkat dan acara dapat berjalan sesuai rencana," terang pihak promotor.
Panitia menyebut pengisi acara lain menyetujui sistem reimbursement tersebut dan tetap berangkat ke Batam. Namun, pihak Juicy Luicy mengambil langkah berbeda dengan memilih tidak melanjutkan perjalanan.
Atas batalnya penampilan Juicy Luicy, penyelenggara melayangkan permohonan maaf kepada para penonton dan menyayangkan kerugian operasional yang harus ditanggung.
"Biaya persiapan telah dikeluarkan. Tiket perjalanan telah diterbitkan. Akomodasi telah disiapkan. Tim produksi dan seluruh ekosistem acara telah bekerja untuk memastikan XYZ berjalan," tulis pihak penyelenggara.