WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan data aplikasi RI DHIS2 Kementerian Kesehatan RI, kasus ISPA di Kota Depok tercatat 281 kasus pada Senin (7/9/2026).
Sehari kemudian, jumlah tersebut melonjak menjadi 1.619 kasus pada Selasa (8/9/2026).
Meski kemudian sedikit menurun, kasus ISPA masih tercatat tinggi, yakni 1.435 kasus pada Rabu (9/9/2026).
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori mengatakan, peningkatan gangguan pernapasan tersebut menjadi sinyal bagi pihaknya untuk memperketat pengawasan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Masih Ada Debu Vulkanik Berisiko Tinggi, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup hingga Senin Pukul 18.0 WIB
"Peningkatan gangguan pernapasan tersebut menjadi sinyal kewaspadaan epidemiologis, terutama dalam situasi adanya potensi paparan abu vulkanik," kata Devi, Jumat (11/9/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Depok meningkatkan pemantauan kesehatan di seluruh wilayah.
Salah satu fokus penanganan dilakukan melalui pemantauan kualitas udara dalam ruangan oleh sanitarian puskesmas.
Namun, Dinkes menegaskan bahwa lonjakan kasus ISPA tersebut belum dapat secara langsung dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Depok, Warga Keluhkan Debu dan Gangguan Pernapasan
Diperlukan pembuktian dan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan hubungan antara peningkatan kasus ISPA dengan paparan abu vulkanik.
Saat ini, Dinkes menjalankan surveilans aktif dan evaluasi terhadap perkembangan kasus.
Pemantauan dilakukan dengan memetakan tren harian ISPA di setiap puskesmas dan membandingkannya dengan data pada periode baseline sebelumnya.
Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi dasar untuk melihat apakah terjadi perubahan pola kasus yang berkaitan dengan kondisi lingkungan akibat sebaran abu vulkanik.
Dinkes Depok juga terus meningkatkan kewaspadaan agar potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu dapat ditangani sedini mungkin.(*)