TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAIN Sorong menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) 2026 di Kampus IAIN Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (10/9/2026).
MAPABA tahun ini mengusung tema “Manifesto Gerakan PMII IAIN Sorong: Dari Penguatan Ideologi dan Integritas Kader Menuju Arah Baru Peradaban.”
Baca juga: IAIN Sorong Wisuda 164 Mahasiswa, Rektor Suparto:Kita Buka Dua Program Studi Baru
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal kaderisasi formal bagi mahasiswa yang ingin bergabung dengan PMII sekaligus mengenal nilai, sejarah, dan arah gerakan organisasi.
Ketua Panitia MAPABA Ardian mengatakan, kegiatan itu menjadi ruang bagi peserta untuk memahami PMII secara lebih utuh.
“MAPABA menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal PMII secara lebih utuh, bukan hanya organisasinya, tetapi juga nilai, sejarah, dan arah gerakannya,” kata Ardian.
Baca juga: Mamberob Rumakiek Kawal Pembangunan Asrama Mahasiswa dan Perubahan Status IAIN Sorong ke Universitas
Ia berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan menjadikan MAPABA sebagai awal proses kaderisasi yang berkelanjutan.
Ketua Pengurus Komisariat PMII IAIN Sorong Alwan Fajar Ibrahim mengatakan, MAPABA diarahkan untuk membentuk anggota baru yang memiliki integritas dan pemahaman ideologis yang kuat.
Menurutnya, tema MAPABA menjadi semangat bagi komisariat untuk mencetak kader yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar PMII.
“Kita ingin anggota baru tidak hanya mengenal PMII dari luar. Mereka harus memahami nilai yang menjadi dasar gerakan, punya integritas, dan tahu ke mana arah proses kaderisasi ini dibawa,” ujar Alwan.
Ia juga mengingatkan anggota baru agar menyeimbangkan aktivitas organisasi dengan tanggung jawab akademik.
Menurut Alwan, PMII harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, berdiskusi, berorganisasi, serta membangun kepedulian terhadap persoalan kampus dan masyarakat.
MAPABA, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan kaderisasi PMII IAIN Sorong. Setelah kegiatan tersebut, anggota baru akan diarahkan mengikuti diskusi, kajian, pengembangan kapasitas, hingga jenjang kaderisasi berikutnya.
“Yang kita harapkan bukan hanya banyaknya peserta. Yang paling penting adalah setelah MAPABA mereka tetap mau belajar, berdiskusi, dan melanjutkan proses kaderisasi,” katanya.
Baca juga: Civitas Akademika IAIN Sorong Distribusi Bantuan ke Korban Kebakaran Klademak II Pantai
Wakil Rektor II IAIN Sorong Rusdi Rasyid berpesan agar mahasiswa menikmati setiap proses pembelajaran dalam organisasi.
Menurutnya, pengalaman berorganisasi tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui proses yang dijalani secara konsisten.
“Mahasiswa yang sedang mengikuti MAPABA ini harus menikmati proses belajar. Jangan melihat proses organisasi sebagai sesuatu yang instan,” kata Rusdi.
Baca juga: Bersinar di Ajang Nasional, Mahasiswa IAIN Sorong Raih Juara Hifzil dan Musabaqah Makalah Al-Quran
Rusdi juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi mahasiswa yang berlandaskan Islam di lingkungan IAIN Sorong.
“Organisasi mahasiswa yang berlandaskan Islam harus searah dan saling berkolaborasi. Kita punya tujuan yang sama, bagaimana bersama-sama memajukan IAIN Sorong,” ujarnya.
Baca juga: Peralihan Status IAIN Sorong jadi UIN, Ini Kata Menteri Agama Nasaruddin Umar
Melalui MAPABA 2026, PMII IAIN Sorong berharap lahir anggota baru yang memiliki dasar ideologi, integritas, kemampuan berpikir, dan kepekaan sosial.
Tema yang diusung diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi arah dalam membangun kaderisasi yang hidup, terarah, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. (tribunsorong.com/ismail saleh)