Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Brigade Infanteri (Brigif) 4 Marinir/BS menggelar pelatihan khusus bagi Tim Rescue Kendaraan Khusus (Ransus) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pesawaran untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Baca Juga: Anggota Polri Hilang di Perairan Mesuji, Hari Kedua Pencarian Diperluas hingga 5 Km
Komandan Brigif 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo menjelaskan bahwa, pelatihan yang berlangsung di Mako Brigif 4 Marinir/BS, Kabupaten Pesawaran, Lampung ini bekerjasama dengan Satuan Damkar Kabupaten Pesawaran.
"Kegiatan ini digelar sebagai langkah konkrit dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel maupun sarana pendukung untuk antisipasi ancaman karhutla," kata Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan, petugas damkar dilatih dengan harapan dapat merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di area markas maupun wilayah sekitar.
Dalam latihan tersebut, para personel pembawa Ransus dibekali berbagai kemampuan dasar.
Mulai dari pengoperasian Ransus Damkar, prosedur standar penanganan kebakaran, hingga teknik koordinasi pemadaman dan evakuasi di lapangan.
Kanang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan armada Ransus Damkar tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pangkormar atas dukungan Ransus Damkar untuk Brigif 4 Marinir/BS," ujar Kanang.
Diteruskannya, kendaraan yang disiagakan di markas dipastikan selalu dalam kondisi siap digunakan.
Keberadaan unit ini tidak hanya diperuntukkan bagi kepentingan internal satuan saja, tetapi juga dialokasikan penuh untuk membantu masyarakat luas.
"Tidak hanya untuk kepentingan satuan, tetapi juga sebagai bentuk kesiapan kami untuk membantu masyarakat apabila menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan," terang Kanang.
Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo menekankan bahwa kunci utama dalam penanganan Karhutla terletak pada kecepatan, ketepatan, disiplin, dan koordinasi yang kokoh.
Maka dari itu latihan serupa akan terus digelar secara berkala untuk menjaga profesionalisme seluruh personel saat menghadapi situasi tanggap darurat.
Melalui agenda ini, Brigif 4 Marinir/BS membuktikan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
Ransus Damkar bukan sekadar kendaraan operasional biasa, melainkan sarana pengabdian yang siap diterjunkan kapan pun dan di mana pun saat dibutuhkan.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)