PD IPARI Bireuen Buka Kelas Menulis, Targetkan Lahirkan Buku Karya Penyuluh Agama
Muliadi Gani September 11, 2026 11:54 AM

 

PROHABA.CO, BIREUEN - Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Bireuen mengambil langkah strategis dalam memperkuat kompetensi komunikasi publik dan literasi para anggotanya.

Pelatihan perdana ini dilangsungkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Kamis (10/9/2026), dengan menghadirkan Yarmen Dinamika, Wartawan Harian Serambi Indonesia, sebagai pemateri.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kasi Bimas Islam serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Bireuen, dan diikuti secara antusias oleh 20 peserta terpilih yang seluruhnya merupakan Penyuluh Agama Islam di wilayah Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Anis SAg.

Dalam arahannya, Anis memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif proaktif yang digagas oleh PD IPARI Bireuen dalam rangka menggenjot kualitas sumber daya manusia para penyuluh agama.

Baca juga: 25 Pelajar Aceh Barat Raih 18 Medali di Asia Pacific Olympiade Championship 2026 Malaysia

Menurut Anis, dinamika era digital dan perkembangan teknologi informasi yang sangat masif saat ini menuntut para penyuluh agama untuk adaptif.

Mereka tidak hanya dituntut mahir berbicara di atas mimbar, tetapi juga harus menguasai keterampilan komunikasi melalui media tulisan.

Mengingat posisi strategis penyuluh yang bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan masyarakat, setiap pengalaman dan aktivitas lapangan menyimpan potensi edukasi yang luar biasa besar jika dituangkan ke dalam bentuk tulisan yang informatif.

"Penyuluh memiliki banyak kegiatan dan pengalaman di masyarakat. Jangan sampai semuanya hanya berhenti sebagai cerita.

Kalau ditulis dengan baik, pengalaman tersebut dapat menjadi pengetahuan dan memberikan manfaat yang lebih luas," ungkap Anis di hadapan para peserta.

Ketua II PD IPARI Bireuen, Bahriarsyah, menjelaskan bahwa program kelas menulis ini dirancang secara komprehensif.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan insidental satu hari selesai, melainkan dirancang berkelanjutan melalui beberapa tahapan pertemuan dan kelas pendampingan intensif.

"Target kita bukan sekadar peserta memahami teknik menulis, melainkan bagaimana setelah mengikuti kelas ini para penyuluh agama mampu menghasilkan karya.

Insyaallah, dari kelas menulis ini akan lahir sebuah buku kolaboratif, karya Penyuluh Agama Islam Bireuen," tegas Bahriarsyah optimis.

Baca juga: BSI Hadirkan Tabungan Bebas Biaya, Dukung Akses Keuangan Masyarakat

Ia menambahkan, selama ini para penyuluh menyimpan banyak sekali kisah inspiratif, inovasi sosial, hingga ragam dinamika lapangan yang belum terdokumentasikan dalam bentuk tulisan dengan baik. 

Melalui wadah ini, pengalaman-pengalaman berharga tersebut diharapkan dapat diolah menjadi produk literasi yang tidak sekadar menjadi arsip, melainkan mampu menginspirasi masyarakat luas.

Sementara itu, Plh Kakankemenag Bireuen, Anis SAg, saat membuka kegiatan memberikan apresiasi terhadap inisiatif PD IPARI Bireuen dalam meningkatkan kapasitas penyuluh agama.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut penyuluh untuk mampu berkomunikasi melalui berbagai media, termasuk media tulisan.

Penyuluh, kata dia, memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Berbagai kegiatan dan pengalaman penyuluhan yang dilakukan di lapangan dapat menjadi bahan tulisan yang edukatif dan memberikan informasi positif kepada publik.

“Penyuluh memiliki banyak kegiatan dan pengalaman di masyarakat. Jangan sampai semuanya hanya berhenti sebagai cerita.

Kalau ditulis dengan baik, pengalaman tersebut dapat menjadi pengetahuan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Untuk memastikan kualitas materi yang disampaikan, PD IPARI Bireuen menghadirkan narasumber profesional berpengalaman, yakni Yarmen Dinamika, seorang wartawan senior dari Harian Serambi Indonesia.

Tidak hanya itu, ia juga membedah secara mendalam kiat-kiat praktis dalam penulisan buku dengan memperkenalkan rumus populer 7C, yang meliputi aspek cover, context, content, correct, clear, clarify, hingga eye catching.

Para peserta diajak aktif berdiskusi dan berlatih langsung mulai dari cara menggali ide kreatif, menentukan sudut pandang (angle) penulisan, merangkai kalimat pembuka (lead) yang memikat, hingga menyusun dan mengembangkan gagasan utuh agar layak dipublikasikan di media massa maupun dibukukan.

Pertemuan perdana ini menjadi titik awal dari rangkaian program panjang kelas menulis.

Ke depannya, seluruh peserta akan terus didampingi hingga tulisan mereka matang, siap cetak, dan berhasil dihimpun menjadi sebuah karya buku eksklusif karya Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bireuen.

Baca juga: Cegah Jual Beli Antrean Haji Khusus, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Baca juga: Konflik Gajah Tak Kunjung Usai, Warga Banda Alam Aceh Timur Desak Penanganan Serius 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.