TRIBUNNEWS.COM - Fenerbahce barangkali menjadi tim paling bahagia di Turki sebelum pertandingan Liga Champions melawan AS Roma dimulai pada Kamis (10/9/2026) malam, waktu Indonesia.
Hal itu lantaran mereka akan memainkan pertandingan Liga Champions perdananya setelah 18 tahun lamanya absen dari ajang tersebut.
Benar saja, suporter Fenerbahce menjejali Chobani Stadium yang menjadi markas kebanggaan mereka.
Laga comeback mereka ini berakhir dengan hasil yang barangkali kurang diharapkan penggemar.
Fenerbahce ditahan imbang 1-1 oleh AS Roma yang sedang on fire di kancah domestik.
Archie Brown mencetak gol di babak kedua yang menyelamatkan Fenerbahce dari ketertinggalan dan kemungkinan kekalahan.
Hasil imbang ini sempat membuat oknum penggemar Fenerbahce bertindak di luar batas.
Mereka melempar botol kepada para pemain dan pelatih yang berjalan menuju lorong stadion ketika pertandingan babak pertama usai.
Namun bukan hal itu yang membuat Fenerbahce terkejut.
Hal yang dilakukan sang pelatih, Ismail Kartal, menjadi sesuatu yang menghentak mereka.
Pasalnya pada sesi konferensi pers setelah laga, Ismail Kartal mengumumkan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih.
Baca juga: Nico Paz Kembali Ikuti Jejak Messi, 2 Assist Antar Como Cetak Sejarah di Liga Champions
Tak hanya itu, ia juga berikrar tak punya niat kembali lagi ke klub yang benar-benar melekat di hatinya ini.
Kartal merupakan mantan pemain Fenerbahce dan memiliki 250 total pertandingan bersama tim tersebut.
Ia juga pernah ditunjuk sebagai pelatih beberapa kali oleh Fenerbahce di periode berbeda.
Ini menjadi kali keempat bagi Kartal menduduki jabatan pelatih tim ini sejak Juni 2026 lalu.
Ia meninggalkan tim saat Fenerbahce berada di posisi kesembilan di Turkish Super Lig.
Mereka memiliki catatan dua kemenangan dan dua kekalahan, serta baru memainkan satu pertandingan di Liga Champions, yang berakhir imbang.
"Saya sudah berada di sini selama tiga bulan. Sejak awal musim hingga hari ini, sesi latihan dan pemusatan latihan yang kami jalani bersama para pemain, serta upaya yang dilakukan presiden kami, sangat membantu. Itu adalah hari-hari yang luar biasa," kata Kartal dikutip dari Sozcu.
"Mulai malam ini, saya mengucapkan selamat kepada para pemain saya dan mengundurkan diri dari jabatan saya."
"Saya mengambil keputusan ini untuk memberikan jalan bagi klub saya. Kami mengambil keputusan ini bersama-sama sebagai sebuah tim."
"Mulai sekarang, demi membantu Fenerbahce, para pemain saya, dan pelatih-pelatih yang akan datang, saya telah mengundurkan diri dari jabatan saya, dengan niat untuk tidak pernah kembali," sambungnya.
Kabar mengejutkan itu langsung sampai kepada Presiden Fenerbahce, Aziz Yildirim, yang ikut menyaksikan pertandingan.
Yildirim, tak lama berselang, langsung melakukan siaran pers yang mengundang perhatian banyak pewarta.
Di tengah kepungan wartawan, Yildirim menolak pengunduran diri Kartal.
Ia menegaskan Kartal tetap akan menduduki jabatannya sebagai pelatih.
"Hingga saya sendiri tak lagi menduduki jabatan ini, Ismail Kartal akan tetap menjadi pelatih tim ini," kata Yildirim dikutip dari HT Sport.
"Dia tidak boleh meninggalkan pekerjaan ini hingga saya melakukannya terlebih dahulu."
"Saya sudah berbicara dengannya. Dia menyampaikan adanya lemparan botol yang terjadi kepadanya dan berbicara soal tekanan."
"Dia mengatakan sampai harus minum obat untuk mengatasi itu. Saya menjawab, 'Saya sendiri meminum 30 obat.' Ismail Karta tidak perlu mengatakan dia akan melanjutkan pekerjaan ini."
"Saya adalah seniornya. Saya mengatakan dia akan lanjut dan itu yang akan terjadi. Kami semua adalah keluarga," paparnya.
(Tribunnews.com/Guruh)