Pembangunan RSUD Ainun Gorontalo Sempat Mangkrak di Era Tiga Pj, Gusnar Lanjutkan dengan APBD
Wawan Akuba September 11, 2026 11:59 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO – Pembangunan fasilitas rawat inap RSUD dr. Hasri Ainun Habibie kembali dilanjutkan setelah sempat terhenti pada periode tiga penjabat (Pj.) gubernur sebelumnya.

Pembangunan gedung tersebut sebelumnya beberapa kali terkendala. Pada era Pj. Gubernur Hamka Hendra Noer, rencana pembangunan yang dirintis melalui Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) harus dikembalikan ke pemerintah pusat karena keterbatasan waktu.

Pada periode Pj. Gubernur Ismail Pakaya dan Rudi Salahuddin, pekerjaan kembali tidak tuntas setelah kontrak pembangunan terputus di tengah jalan.

Baca juga: Dudung Pastikan Ulta Levenia Tak Lagi di KSP, Pernyataannya soal HAARP Bukan Sikap Pemerintah

Kini, Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali melanjutkan pembangunan ruang rawat inap lima lantai tersebut. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memilih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setelah menghitung kembali kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan pekerjaan.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Gorontalo Jamal Nganro mengatakan pembangunan fasilitas RSUD Ainun menjadi salah satu perhatian Gusnar sejak menjabat gubernur.

Menurut Jamal, Gusnar bahkan menemui Menteri Kesehatan untuk meminta dukungan agar pembangunan rumah sakit tersebut dapat kembali dilanjutkan.

“Pak Gubernur menghadap Menteri Kesehatan untuk meyakinkan agar diberi kucuran dana kembali supaya ruang rawat inap lima lantai dapat dilanjutkan pembangunannya,” kata Jamal setelah mendampingi Gusnar meninjau pembangunan RSUD Ainun, Jumat (11/9/2026).

Upaya tersebut akhirnya mendapat respons dari pemerintah pusat.

Menteri Kesehatan tidak hanya menyetujui kelanjutan pembangunan ruang rawat inap, tetapi juga mengalokasikan pembangunan gedung layanan kanker.

Gusnar mengatakan sebelumnya terdapat dana pembangunan yang kembali ke pemerintah pusat karena pekerjaan tidak berjalan maksimal.

“Dana ini pernah kembali lagi ke pusat karena pekerjaan kita kurang tidak maksimal, akhirnya kita berdiskusi lagi dengan Pak Menteri dan alhamdulillah Pak Menteri setuju untuk melanjutkan pembangunannya,” kata Gusnar.

Bakal Dilengkapi Fasilitas Kanker

Selain ruang rawat inap, RSUD Ainun juga disiapkan memiliki gedung layanan kanker.

Fasilitas tersebut direncanakan dilengkapi mesin LINAC atau Linear Accelerator, layanan CT Simulator, serta ruang Brachytherapy untuk terapi radiasi.

Dengan tambahan fasilitas tersebut, RSUD Ainun diproyeksikan menjadi salah satu rumah sakit rujukan kanker di kawasan Indonesia Timur.

Gedung layanan kanker itu juga dirancang dengan konstruksi khusus untuk menunjang penggunaan peralatan terapi radiasi.

Salah satu bagian konstruksinya memiliki dinding berlapis dengan ketebalan hingga tiga meter untuk mencegah paparan radiasi keluar dari gedung.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap penyelesaian kedua fasilitas tersebut dapat memperkuat layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat di Gorontalo.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah juga mendorong pembangunan fasilitas kesehatan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan layanan rujukan yang selama ini membutuhkan fasilitas khusus. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.