Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Perjuangan mendapatkan BBM jenis solar harus dilalui Apik (52), warga Pasar Ujung, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu pada Jumat (11/9/2026).
Ia bahkan rela menginap di SPBU Kelobak Kepahiang sejak Kamis (10/9/2026) sore demi mendapatkan solar untuk menunjang pekerjaannya.
Apik mengaku tiba di SPBU sekitar pukul 16.00 WIB. Namun hingga Jumat (11/9/2026), dirinya masih harus menunggu lantaran pasokan solar belum juga tiba.
"Kemarin kami datang sore sekitar jam 16.00 WIB sampai saat ini masih antre karena BBM-nya belum masuk," ucap Apik pada Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, antrean tersebut terpaksa dijalani setelah stok solar di SPBU habis hingga malam hari.
Apik mengatakan, sekitar pukul 20.00 WIB BBM solar di SPBU telah habis. Karena masih membutuhkan solar, ia bersama sejumlah rekannya memilih bertahan dan menginap di lokasi.
"Kemarin BBM habis sampai jam 20.00 WIB, habis jadi menginap di sini bersama teman-teman," ujarnya.
Bagi Apik, solar tersebut bukan sekadar untuk kebutuhan kendaraan pribadi.
BBM itu dibutuhkan untuk menunjang usaha organ tunggal miliknya yang dijadwalkan tampil di kawasan Simpang Bukit Kaba pada Jumat malam.
"Keperluan solar ini untuk usaha organ tunggal saya yang rencananya main di Simpang Bukit Kaba malam ini," ungkapnya.
Ia memilih tetap bertahan mengantre di SPBU lantaran membeli solar secara eceran dinilai akan membuat biaya operasional usahanya membengkak.
"Kalau beli eceran tidak dapat untung lagi usaha kita, jadi kita tunggu antrean ini," beber Apik.
Di tengah panjangnya waktu menunggu, Apik bahkan melontarkan candaan mengenai kondisi antrean BBM yang menurutnya sempat lebih lancar pada Agustus lalu.
"Kalau bisa setiap tahun itu bulan delapan saja biar kita merdeka terus, karena pada bulan delapan kemarin antrean lancar," celetuk Apik sambil tersenyum.
Meski demikian, di balik candaan tersebut terselip harapan agar persoalan antrean BBM tidak terus terjadi.
Apik berharap pasokan solar di SPBU Kelobak dapat kembali berjalan lancar sehingga masyarakat, khususnya pelaku usaha yang menggantungkan aktivitasnya pada BBM, tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre.
"Harapan kita BBM di SPBU ini bisa kembali lancar," pungkasnya.