TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Grati menggelar bakti sosial (baksos) deteksi dini kanker payudara.
Kegiatan yang berlangsung sejak 2 hingga 12 September 2026 tersebut mendapat respons cukup baik dari masyarakat.
Sebanyak 75 perempuan telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan teknologi 3D ABUS (Automated Breast Ultrasound).
Teknologi ini memungkinkan pemeriksaan payudara tanpa menggunakan radiasi.
Baca juga: Peternak Susu Lokal Pasuruan Sambut Kebijakan BGN untuk Program MBG
Direktur RSUD Grati, dr Dian Arie Setiawati mengatakan, hingga Kamis (10/9/2026), sudah 25 peserta yang menjalani pemeriksaan menggunakan ABUS.
Sementara peserta lainnya mengikuti pemeriksaan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Kalau sampai hari ini baru 25 pasien yang sudah mengikuti deteksi dini kanker payudara dengan menggunakan ABUS. Semuanya berjalan dengan lancar,” kata Dian.
Menurut Dian, baksos tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan.
Selain memberikan layanan pemeriksaan, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mengajak perempuan lebih peduli terhadap kesehatan dan tidak mengabaikan pentingnya deteksi dini.
Pemeriksaan dilakukan di ruang yang telah disiapkan RSUD Grati.
Baca juga: Truk Kontainer Tersangkut di Median Jalan Japanan Pasuruan, Lalu Lintas Melambat
Teknologi ABUS memiliki sejumlah keunggulan karena menggunakan gelombang ultrasound sehingga tidak menimbulkan paparan radiasi.
Proses pemeriksaannya juga relatif singkat dan nyaman bagi pasien.
Bahkan, pemeriksaan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit.
“Tidak sakit pokoknya. Selain itu, ABUS merupakan teknologi ultrasound pertama dari GE untuk skrining payudara perempuan yang telah disetujui FDA,” jelasnya.
Dian menyebut, penggunaan ABUS juga diklaim dapat meningkatkan kemampuan deteksi kanker hingga 35,7 persen dibandingkan pemeriksaan menggunakan mammografi saja.
Namun, menurut dia, yang tidak kalah penting dari teknologi pemeriksaan adalah kemauan masyarakat untuk melakukan skrining secara rutin.
Sebab, semakin dini kelainan atau penyakit ditemukan, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Baca juga: Dua Truk Kecelakaan Adu Banteng dari Arah Berlawanan di Randusari Kraton Pasuruan
“Masyarakat harus lebih menyayangi dirinya. Seperti skrining kanker payudara ini, kalau ditemukan di fase dini maka lebih mudah diintervensi dan keberhasilan terapinya lebih bagus,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat program ini, Dewi, warga Grati, mengaku mengikuti baksos ini untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Ia sebenarnya sudah berencana melakukan pemeriksaan sejak awal tahun.
Namun, adanya layanan pemeriksaan gratis yang digelar RSUD Grati membuatnya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut.
“Harusnya awal tahun kemarin, tapi ini gratis, jadi saya langsung daftar. Alhamdulillah baik-baik saja,” ungkapnya.