Sosok Wili Mbuik, ASN yang Tewas Ditembak KKB Papua Saat Salurkan Bantuan ke Warga
Evan Saputra September 11, 2026 02:40 PM

BANGKAPOS.COM -- Seorang ASN bernama Wili Mbuik (24) menjadi salah satu korban tewas dalam aksi penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Wili merupakan bagian dari rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tengah menjalankan tugas menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kampung Muliama.

Dalam perjalanan, rombongan tersebut diadang kelompok bersenjata dan ditembaki.

Selain Wili, dua orang lainnya juga meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Mereka adalah drh Alfonsius Albinus Meha, yang sebelumnya ditulis drh Alfan Mehan, berusia 35 tahun, serta Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, Aprida Rafi (49).

Distrik Muliama sendiri merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Wilayah tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.780 meter di atas permukaan laut.

Wili mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Diam-diam Punya Keuntungan Ini

Setelah kejadian, ia sempat dievakuasi dan mendapatkan penanganan di RSUD Wamena. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Sementara itu, Alfonsius mengalami luka tembak di bagian belakang kepala dan tangan kiri. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian.

Nasib serupa dialami Aprida Rafi. Ia mengalami luka tembak pada bagian perut dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Sosok Wili Mbuik

Wili Mbuik lahir di Mbaoen, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 29 November 2001.

Ia merupakan alumnus Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Fakultas Pertanian, Program Studi Agribisnis.

Berdasarkan Buku Wisuda Undana September 2023, Wili Mbuik, S.P. menyelesaikan pendidikan sarjananya dalam waktu empat tahun. Ia tercatat meraih IPK 3,55 dengan predikat Dengan Pujian.

Nama Wili juga tercantum dalam dokumen penerimaan mahasiswa baru Undana tahun 2019.

Saat itu, ia diterima di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian melalui jalur Bidikmisi.

Selama berstatus mahasiswa, Wili tercatat aktif mengikuti sejumlah kegiatan akademik. Salah satunya adalah program KKN di Desa Uluawe I, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.

Wili juga pernah terlibat dalam penulisan karya ilmiah bersama sejumlah dosen Undana. Penelitian tersebut membahas analisis pendapatan serta kelayakan usaha jamur tiram putih dan diterbitkan dalam Buletin Ilmiah IMPAS pada 2023.

Setelah menuntaskan pendidikan di Kupang, Wili kemudian melanjutkan perjalanan kariernya ke Papua.

Ia mengikuti seleksi CPNS Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada 2024. Dalam dokumen resmi hasil seleksi kompetensi dasar CPNS Pemkab Jayawijaya, Wili tercatat mendaftar untuk Dinas Pertanian dengan jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Pertama melalui formasi umum non-OAP.

Perjalanan Wili menjadi gambaran seorang putra daerah asal NTT yang menempuh pendidikan tinggi di Kupang, berhasil menyelesaikan studi dengan predikat Dengan Pujian, kemudian mengabdikan diri sebagai aparatur pemerintah di Papua.

Namun, pengabdiannya harus berakhir ketika ia menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Jenazah Wili Tiba di Kupang

Jenazah Wili Mbuik tiba di Kupang, NTT, Jumat (11/9/2026) pagi. Jenazah tiba menggunakan pesawat Sriwijaya Air sekitar pukul 06.40 Wita.

Keluarga dan kerabat telah memadati area penjemputan. Suasana duka dan tangis haru menyelimuti proses kedatangan jenazah.

Kerabat, kenalan, serta keluarga dekat secara bergantian memberikan penghormatan terakhir dengan memeluk peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih.

Jenazah kemudian dibawa menuju Pelabuhan Kupang untuk melanjutkan perjalanan laut ke Busalangga Barat, Kabupaten Rote Ndao. Wili akan dimakamkan di kampung halamannya.

"Kami kehilangan anak yang kami sayangi dan kami banggakan. Kami merasa sedih. Kejadian ini sangat menyusahkan dan menyedihkan," kata paman dari Wili, Yohanes Baba.

Yohanes meminta aparat keamanan segera menangkap para pelaku penembakan. Ia berharap kematian Wili tidak berakhir sia-sia dan para pelaku dapat diproses serta mendapat hukuman yang setimpal.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama sejumlah pimpinan OPD juga hadir secara langsung untuk menjemput jenazah Wili di kargo Bandara El Tari Kupang.

Johni Asadoma memimpin penghormatan terakhir bagi almarhum. Saat peti jenazah hendak dikeluarkan dari area kargo, Johni menginstruksikan seluruh pimpinan OPD yang hadir untuk memberikan penghormatan.

Setelah prosesi tersebut, jenazah dibawa menuju pelabuhan dan selanjutnya melanjutkan perjalanan laut menuju Busalangga Barat, Kabupaten Rote Ndao.

Detik-detik Penembakan

Peristiwa penembakan terhadap rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya terjadi pada Rabu (9/9/2026) sore.

Saat itu, rombongan sedang dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat di Kampung Muliama.

Wili bersama Aprida Rafi (49) dan Alfonsius Albinus Mehan (35) berada dalam satu kendaraan. Mobil tersebut kemudian dihadang kelompok bersenjata dan diberondong tembakan.

Aprida dan Alfonsius meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Wili mengalami luka tembak di pinggang kanan dan sempat dievakuasi ke RSUD Wamena sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan dugaan awal mengarah kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Nduga.

Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mengidentifikasi dan mengejar para pelaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam aksi penembakan tersebut. Ia menilai para korban merupakan ASN sipil yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Faizal.

Di sisi lain, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Dalam keterangannya, TPNPB menuding ketiga korban yang merupakan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia.

"Kami bertanggung jawab atas penembakan tiga orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai ASN di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya," ujar Sebby.

(Surya.co.id/Pos Kupang/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.