Jorok ! Dapur SPPG di Desa Singgani Pasangkayu Sering Bermunculan Kaki Seribu dan Serangga
Abd Rahman September 11, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Hewan kaki seribu yang ditemukan dalam opreng  menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pasangkayu membuka fakta baru.

Lingkungan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lariang di Desa Singgani, Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ternyata kerap muncul kaki seribu.

Dapur yang menjadi tempat pengolahan makanan kerap bermunculan hewan kaki seribu.

Baca juga: Lirik Lagu Rossa ‘Bulan Dikekang Malam’, Kisah Cinta yang Harus Direlakan

Baca juga: Kaki Seribu Masuk Menu MBG, SPPG Lariang Pasangkayu Disetop Sementara

Koordinator Wilayah MBG Pasangkayu, Angel Syahril Syarif, mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterimanya, keberadaan kaki seribu di sekitar dapur SPPG Lariang sebenarnya bukan hal baru.

Bahkan, serangga tersebut disebut kerap terlihat di area dapur tempat pengolahan makanan bagi ribuan penerima manfaat program MBG.

"Informasinya memang di dapur itu sering terlihat kaki seribu, bahkan sering ada di dinding dapur," kata Syahril kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator adanya kelalaian dalam pengawasan dan sanitasi lingkungan dapur.

Karena itu, operasional SPPG Lariang untuk sementara dihentikan guna menjalani evaluasi menyeluruh.

"Ini memang kelalaian. Saat ini SPPG tersebut diberhentikan sementara untuk evaluasi," ujarnya.

SPPG Lariang diketahui dikelola oleh Yayasan Rumah Quran As'adiyah Makassar dan mulai beroperasi sejak 9 Februari 2026.

Unit pelayanan tersebut melayani sekitar 2.250 penerima manfaat yang terbagi dalam 31 kelompok distribusi di wilayah Kecamatan Lariang.

Kasus ini mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan seekor kaki seribu dalam kondisi matang terselip di antara sayuran pada paket MBG.

Menu tersebut ditemukan di Posyandu Kembang Sawit, Bajawali, yang menjadi salah satu titik distribusi MBG dari SPPG Lariang.

Meski demikian, pihak MBG memastikan tidak ada korban maupun penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan akibat temuan tersebut.

Data yang dihimpun menunjukkan total terdampak nol orang dan tidak terdapat korban dalam peristiwa itu.

Syahril mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait sanksi lanjutan terhadap pengelola SPPG Lariang.

"Untuk sanksi selanjutnya kami masih menunggu petunjuk dari pusat karena masalahnya cukup berat," katanya.

Selain temuan kaki seribu, pihak SMAN 1 Lariang sebelumnya juga mengungkap adanya temuan jarum pentul dalam menu MBG yang dibagikan kepada siswa.

Sekolah juga mengaku beberapa kali menemukan kualitas makanan yang dinilai kurang layak, mulai dari ayam yang masih berbulu hingga makanan yang diduga telah membusuk.

Sejumlah temuan tersebut membuat sebagian siswa mengaku trauma dan mulai enggan mengonsumsi beberapa menu yang disalurkan melalui program MBG.

Hingga kini proses evaluasi terhadap SPPG Lariang masih berlangsung sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada pengelola dapur MBG tersebut.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.