TRIBUNJOGJA.COM - Ratusan kader muda Partai Gerindra di DIY yang tergabung dalam organisasi sayap Tunas Indonesia Raya (Tidar) digembleng untuk persiapan Pemilu 2029.
Penggemblengan tersebut, digulirkan melalui agenda Tunas 1, 2, dan 3, yang dirangkai dengan Musyawarah Daerah (Musda) PD Tunas DIY, di Yogyakarta, 10 - 11 September 2026.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Tidar, Rocky Candra, menyampaikan bahwa penyiapan kader-kader muda merupakan sebuah keniscayaan organisasi.
Dijelaskan, sejauh ini, Tidar sudah hadir di 38 provinsi serta 13 negara, dengan target memperluas sayapnya hingga ke 20 negara sekaligus di sepanjang tahun ini.
"Proses kaderisasi di Tidar harus terus berjalan karena regenerasi itu sebuah keniscayaan. Kami di Tidar adalah Gerindra-Gerindra muda yang mempersiapkan diri membangun komunikasi, jaringan, serta membantu masyarakat baik di bidang sosial, pendidikan, hingga politik praktis," ujarnya.
Rocky menjelaskan, pergerakan Tidar bukan sekadar euforia atau memanaskan mesin partai jelang kontestasi politik semata, tetapi agenda rutin yang konsisten.
Bahkan, untuk konteks Pemilu 2029 dan agenda politik jangka panjang, peran Tidar sangat krusial dalam merangkul suara pemilih muda lewat pendekatan yang adaptif dan inklusif.
"Peran Tidar dalam setiap kontestasi Pemilu adalah bagaimana merangkul suara-suara pemilih muda dan mendistribusikan program dengan cara serta gaya anak muda. Politik tidak dibuat rumit, tapi sejenaka mungkin agar dipahami. Target utama kami membentuk karakter anak muda dan memenangkan Gerindra," tegasnya.
Sementara, Wakil Ketua DPD Gerindra DIY, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo, berpesan agar para kader muda Tidar memiliki wawasan yang luas dan pikiran terbuka dalam menyerap dinamika sosial politik lokal.
Di samping itu, sebagai kader muda yang tumbuh di lingkungan majemuk, Tidar DIY harus mencerminkan kepemimpinan yang menjunjung tinggi perbedaan namun tetap memegang teguh persatuan.
"Karena Yogyakarta ini kan miniaturnya Indonesia. Siapa pun yang ada di sini, baik asli Yogyakarta maupun yang ber-KTP dari luar Yogyakarta, harus dirangkul. Menjadi Yogyakarta, ya menjadi Indonesia," terangnya.
Marrel pun turut mengapresiasi keaktifan para kader muda Gerindra selama mengikuti rangkaian pelatihan dan materi dalam gelaran Tunas 1, 2, hingga Tunas 3.
Menurutnya, kritisnya pertanyaan dari para peserta menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu-isu lingkungan dan muatan lokal Yogyakarta maupun nasional.
"Ini awal mula yang baik. Ke depan, pengurus dan pimpinan Tidar DIY yang baru diharapkan bisa berkolaborasi erat dengan DPD Gerindra DIY, merangkul mahasiswa, masyarakat, hingga elemen senior untuk bersama-sama membawa perubahan ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (aka)