Hasil Pantauan Gunung Merapi Jumat Pagi - Siang, PVMBG: Terjadi 31 Kali Gempa Guguran
Yoseph Hary W September 11, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY - Jawa Tengah kembali terpantau mengalami sejumlah aktivitas kegempaan pada Jumat pagi hingga siang (11/9/2026). 

Berdasarkan pantauan pada rentang periode pengamatan 06:00 - 12:00 WIB, dilaporkan Gunung Merapi mengalami 31 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-45 mm dan lama gempa 28.84-131.13 detik.

PVMBG juga mencatat terjadi 10 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-28 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 15.03-32.73 detik; serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 46.75 detik.

Potensi bahaya

Tidak ada catatan mengenai guguran lava pada periode tersebut. Namun otoritas terkait tetap mengimbau potensi bahaya berupa guguran lava dan awanpanas pada saat ini tetap bisa terjadi kapan pun.

Potensi bahaya guguran lava itu antara lain sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pantauan dilaporkan kondisi suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Sebagaimana sudah ditetapkan, status gunung setinggi 2968 mdpl tersebut saat ini masih Level III (Siaga).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.