Hanwha Life Kejar Target Premi Rp322,80 Miliar, Andalkan Digitalisasi dan AI
Wiwit Purwanto September 11, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Hanwha Life Indonesia menargetkan pendapatan premi Rp322,80 miliar pada 2026 setelah membukukan pertumbuhan 16,7 persen tahun lalu dan mencatat kenaikan 18,85 persen hingga semester I 2026, di tengah penguatan fundamental, layanan, inovasi produk, dan kemitraan.

Memasuki paruh kedua 2026, perusahaan asuransi jiwa asal Korea Selatan itu membidik pertumbuhan yang tetap konsisten. Hingga semester I, realisasi premi telah mencapai sekitar 53 persen dari target tahunan.

Hanwha Life memiliki kantor pemasaran di Surabaya, salah satunya di Ciputra World Mall lantai 2 Unit 2.51, Jalan Mayjend Sungkono No. 89, Surabaya, Jawa Timur. Alamat tersebut tercantum dalam situs resmi perusahaan.

CFO Hanwha Life Indonesia Kim Si Jun mengatakan, pendapatan premi perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan. Pada 2025, Hanwha Life membukukan pendapatan premi Rp295,15 miliar, tumbuh 16,7 persen dari Rp252,95 miliar pada 2024.

“Pendapatan premi Hanwha Life diharapkan terus tumbuh secara konsisten. Pada tahun 2025 Hanwha Life membukukan pendapatan premi sebesar Rp295,15 miliar, tumbuh 16,7 persen dari Rp252,95 miliar pada tahun 2024. Untuk tahun 2026, Hanwha Life menargetkan pendapatan premi sebesar Rp322,80 miliar,” kata Kim Si Jun, Kamis (10/9/2026).

Baca juga: Klaim Asuransi Sering Jadi Momen Krusial, Manulife Ungkap yang Perlu Disiapkan Nasabah

Penguatan Fundamental dan Kinerja Semester I

Kim Si Jun menjelaskan, tahun ini Hanwha Life berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan. Hingga semester I 2026, strategi tersebut tercermin dari kenaikan pendapatan premi perusahaan.

“Sampai dengan Semester I 2026, Hanwha Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp172,29 miliar, tumbuh 18,85 persen dari Rp144,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Serta, telah mencapai sekitar 53 persen target pendapatan premi tahun 2026,” jelas Kim Si Jun.

Pertumbuhan bisnis tersebut berjalan seiring dengan penguatan fundamental perusahaan, mulai dari tata kelola, efisiensi operasional, disiplin underwriting, optimalisasi portofolio bisnis, hingga manajemen risiko dan solvabilitas.

Komitmen tersebut mendapat pengakuan dari pihak eksternal. Hanwha Life meraih Indonesia Regulatory Compliance Award 2026 dari HukumOnline.com pada 22 Mei 2026, kemudian Indonesia Excellence GCG Awards 2026 dari Warta Ekonomi pada 30 Juni 2026.

Dari sisi finansial, Hanwha Life mencatatkan total aset Rp2,19 triliun pada semester I 2026. Rasio kecukupan modal atau RBC mencapai 1.958,03 persen, jauh melampaui ambang batas 120 persen yang ditetapkan OJK.

Baca juga: Jasindo Bidik Industri hingga Konstruksi di Jatim, Premi Tumbuh 53,38 Persen

Pada 2025, perusahaan membukukan total aset Rp2,14 triliun dengan RBC 1.241,32 persen.

“Kami akan terus menjaga kesimbangan antara ekspansi bisnis, pengelolaan risiko, serta ketahanan finansial. Komitmen kami adalah memberikan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, karyawan, agen dan tenaga pemasar, hingga mitra bisnis. Tahun ini, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi akan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan Hanwha Life,” beber Kim Si Jun.

Digitalisasi, Produk Baru, dan Perluasan Kemitraan

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Hanwha Life yang merupakan Best Life Insurance 2025 Media Asuransi serta 15 Asuransi Jiwa Terbaik dan Terkuat Indonesia 2023 versi CNBC Indonesia Ratings menjalankan tiga strategi utama sepanjang 2026.

Strategi pertama diarahkan pada peningkatan standar layanan bagi nasabah maupun tenaga pemasar melalui optimalisasi digital. Hanwha Life mengembangkan kapabilitas aplikasi dan integrasi kanal digital, mulai dari pengajuan polis, layanan klaim, hingga dukungan bagi agen dan tenaga pemasar dalam aktivitas penjualan.

Perusahaan juga memperluas implementasi kecerdasan buatan atau AI dalam proses kerja dan layanan. Pemanfaatannya mencakup dukungan produktivitas tenaga pemasar melalui AI FA serta sejumlah fungsi bisnis, seperti underwriting dan klaim, untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akurasi proses.

Strategi kedua adalah memperluas pilihan produk agar dapat melayani lebih banyak segmen nasabah berdasarkan kebutuhan, kemampuan, dan profil masing-masing.

Hingga kini, Hanwha Life menghadirkan produk yang mencakup asuransi tradisional, produk berbasis investasi, perlindungan kesehatan dan penyakit kritis, proteksi jangka panjang, hingga produk asuransi digital.

“Salah satu produk unggulan yang baru diluncurkan adalah Hanwha Tropical Shield, yang memberikan perlindungan terhadap penyakit tropis seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya,” terang Kim Si Jun.

Strategi ketiga dilakukan melalui perluasan kemitraan strategis dengan berbagai partner dan institusi, mulai dari sektor perbankan, institusi keuangan, hingga komunitas. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan penetrasi produk asuransi.

“Dengan kombinasi fundamental bisnis yang kuat, inovasi produk berkelanjutan, dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, Hanwha Life optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan,” pungkas Kim Si Jun.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.