Dampak Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Boyolali, Orang Tua Makin Cemas
Ryantono Puji Santoso September 11, 2026 04:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa SMP Negeri 1 Selo, Boyolali, Jawa Tengah mendapat kritik tajam dari wali murid.

Salah satu wali murid, Mujianto, mengaku khawatir dengan keamanan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak di sekolah.

Mujianto mengatakan, putranya yang duduk di kelas IX SMP Negeri 1 Selo juga bersekolah di sekolah tersebut.

Beruntung, sang anak tidak mengalami keluhan karena tidak mengonsumsi makanan MBG pada saat kejadian.

"Pertama kebetulan anak saya juga sekolah di SMP yang bersangkutan, di SMP Negeri 1 Selo. Alhamdulillah anak saya tidak kena (terdampak) karena tidak makan," kata Mujianto saat ditemui di SMPN 1 Selo, Jumat (11/9/2026).

Baca juga: Perkara Guru Olahraga Cabul di Wonogiri Segera Disidangkan

Meski anaknya tidak mengonsumsi makanan tersebut, Mujianto mengaku tetap merasa khawatir.

Terlebih, ia menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, bukan hanya di SMP Negeri 1 Selo.

"Dengan adanya kejadian ini justru saya mengkhawatirkan anak saya ketika dapat (MBG) jam tujuh. Dengan belajar dari kasus ini, saya selaku wali menuntut perhatian secara menyeluruh," ujarnya.

Menurutnya, evaluasi tidak cukup dilakukan hanya terhadap pelaksanaan MBG di satu sekolah.

DUGAAN KERACUNAN MBG. Tiga siswi SMPN 1 Selo Boyolali yang diduga mengalami keracunan MBG pada Kamis (10/9/2026) kembali harus diperiksa di Puskesmas Selo, Jumat (11/9/2026). Seorang siswi mengaku keluhan gatal yang dialaminya sejak Kamis (10/9/2026) malam membuatnya tak bisa tidur.
DUGAAN KERACUNAN MBG. Tiga siswi SMPN 1 Selo Boyolali yang diduga mengalami keracunan MBG pada Kamis (10/9/2026) kembali harus diperiksa di Puskesmas Selo, Jumat (11/9/2026). Seorang siswi mengaku keluhan gatal yang dialaminya sejak Kamis (10/9/2026) malam membuatnya tak bisa tidur. (Tribun Solo/Tri Widodo)

Evaluasi Total

Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi secara total terhadap program tersebut, mengingat menurutnya persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah.

"Kalau saya sih semua. Karena kasus ini bukan cuma di Selo, banyak yang terjadi juga. Perlu ada evaluasi menyeluruh dan evaluasi total berkaitan dengan program ini," ungkapnya.

Mujianto bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengalihan anggaran MBG untuk program pendidikan lain yang dinilai lebih memberikan manfaat jangka panjang bagi anak.

"Program ini kan hanya memberikan hal yang sementara. Kalau dari saya selaku wali, program ini bisa dievaluasi total. Dialihkan ke program-program pendidikan yang lain yang bermanfaat, biar pendidikan anak juga bisa," katanya.

Anak Mengaku Teman-temannya "Alergi"

Mujianto juga menceritakan kondisi putranya setelah pulang sekolah pada Kamis (10/9/2026).

Sang anak sempat menyampaikan kepada orang tuanya bahwa sejumlah temannya mengalami keluhan yang disebutnya sebagai "alergi".

"Anak saya kelas sembilan. Kemarin tidak makan. Pulang sekolah menyampaikan kepada saya bahwa teman-temannya pada alergi, bahasanya alergi," tuturnya.

Baca juga: Baru 10 Hari Jadi Plt Kepala DPKP Sukoharjo, Taufiq Dicecar Pertanyaan KPK Soal Pejabat Lama

Mujianto mengatakan, putranya memang tidak terbiasa mengonsumsi makanan tertentu, termasuk makanan laut.

Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan sejumlah siswa mengalami keluhan setelah menerima MBG.

Ia pun mempertanyakan proses penyediaan hingga pengiriman bahan makanan yang dikonsumsi para siswa.

"Kita juga tidak tahu packing seperti apa, pengirimannya itu seperti apa. Kita juga tidak tahu," katanya.

Mujianto berharap kejadian di SMP Negeri 1 Selo menjadi momentum evaluasi terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan MBG, mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, pengemasan hingga distribusinya.

Terlebih, ia meminta aspek keamanan dan kesehatan siswa menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Sementara itu, sejumlah siswa SMP Negeri 1 Selo sebelumnya mengalami keluhan kesehatan setelah menerima makanan MBG.

Hingga Jumat (11/9/2026), tiga siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Selo.

Tim medis Puskesmas Selo juga kembali melakukan pemeriksaan terhadap siswa di sekolah pada Jumat.

Lima siswa yang menjalani pemeriksaan di sekolah kemudian mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.