TRIBUNNEWS.COM - Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mendapat sorotan positif menjelang duel Sassuolo kontra Juventus pada pekan keempat Serie A 2026/2027 di Mapei Stadium, Senin (14/9/2026) dini hari WIB.
Jay Idzes berpeluang kembali dipercaya sebagai palang pintu utama Sassuolo untuk menghadapi salah satu tim besar Italia tersebut.
Bek berusia 25 tahun itu sejauh ini menjadi pilihan utama Alberto Aquilani dalam dua pertandingan terakhir Serie A.
Idzes tampil saat Sassuolo meraih kemenangan 2-1 atas Torino pada pekan kedua. Ia kembali dipercaya ketika Sassuolo bertandang ke markas Bologna dan bermain imbang 2-2 akhir pekan lalu.
Meski Sassuolo gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir, penampilan Idzes tetap mendapat apresiasi.
Ia bahkan melakukan penyelamatan penting yang menggagalkan peluang emas Bologna sebelum akhirnya tuan rumah mencetak gol penyama kedudukan pada penghujung pertandingan.
Aksi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Idzes kembali mendapat perhatian dari media yang mengikuti kiprah Sassuolo.
Jurnalis Sassuolo News, Sarah Comotto, menilai keberadaan Idzes memberikan ketenangan tersendiri bagi lini belakang Neroverdi.
"Jay Idzes mampu membaca situasi lebih cepat, memposisikan diri tepat di jalur bola, dan menggagalkan peluang yang nyaris menjadi gol. Hal ini membuktikan mengapa Alberto Aquilani merasa sulit untuk tidak mengandalkan sosoknya. Saat ada Idzes di lapangan, Sassuolo bisa bermain dengan lebih tenang," tulis Sarah Comotto, Kamis (10/9).
Menurutnya, momen tersebut juga menunjukkan kualitas Idzes dalam membaca ancaman sebelum berubah menjadi peluang berbahaya.
"Momen krusial di akhir laga itu mengingatkan betapa pentingnya memiliki bek yang mampu mengenali bahaya sebelum situasi berubah menjadi genting. Idzes sekali lagi membuktikan kemampuannya melakukan hal tersebut," lanjutnya.
Baca juga: Jay Idzes Tembok Kokoh Sassuolo, Belum Pernah Kalah Setiap Kali Dipasang
Dalam ulasannya, Sassuolo News juga menilai Idzes mulai mengubah cara pandang terhadap kekuatan pertahanan Sassuolo.
Kehadiran pemain asal Indonesia tersebut, ditambah duetnya dengan Fedde Leysen, mulai memperlihatkan fondasi yang menjanjikan di jantung pertahanan Neroverdi.
Memang, Sassuolo belum sepenuhnya menjadi tim dengan pertahanan yang sulit ditembus.
Mereka masih kebobolan dalam tiga pertandingan awal Serie A musim ini dan belum mencatatkan clean sheet.
Namun, perubahan paling terasa justru terlihat ketika Idzes berada di lapangan.
Idzes tidak hanya mengandalkan kemampuan memenangkan duel satu lawan satu. Ia juga memberikan rasa aman di belakang, sehingga rekan-rekannya bisa bermain lebih agresif dan berani menekan lawan.
Bek Timnas Indonesia itu juga memiliki kemampuan membaca bola liar serta menjaga posisi ketika pertandingan memasuki fase yang lebih kacau.
Kualitas tersebut menjadi semakin penting karena Aquilani menginginkan Sassuolo bermain dengan garis pertahanan yang lebih tinggi.
Taktik seperti itu tentu membutuhkan bek tengah yang memiliki keberanian, kecepatan membaca situasi, serta tidak panik ketika terdapat ruang besar di belakang garis pertahanan.
Idzes dinilai cocok dengan karakter tersebut.
Kualitas itu bahkan sudah terlihat ketika ia kembali tampil menghadapi Torino. Duetnya bersama Leysen pun mulai memberikan sinyal positif untuk menjadi pasangan utama di lini belakang Sassuolo.
Leysen memiliki gaya bermain yang agresif, kuat dalam duel fisik, dan berani keluar dari garis pertahanan untuk melakukan intersep.
Sementara itu, Idzes bisa memainkan peran berbeda dengan lebih banyak membaca arah serangan serta mengantisipasi pergerakan lawan di belakangnya.
"Pembagian peran ini tentu tidak kaku. Namun, chemistry atau kesepahaman di antara keduanya mulai terlihat nyata," tulis Sarah Comotto.
Konsistensi Idzes kini akan kembali diuji ketika Sassuolo menghadapi Juventus.
Laga tersebut bakal menjadi tantangan besar bagi lini belakang Neroverdi, terutama karena Juventus memiliki pemain-pemain depan yang mampu bergerak dinamis dan mencari celah di antara lini pertahanan.
Juventus di bawah arahan Luciano Spalletti memang menghadapi sejumlah persoalan terkait absennya beberapa pemain. Namun, kualitas lini serang mereka tetap menjadi ancaman serius bagi Sassuolo.
Menghadapi Juventus dengan hanya bertahan di area sendiri selama 90 menit juga berpotensi bertentangan dengan filosofi permainan yang ingin diterapkan Aquilani.
Sassuolo dituntut tetap berani memainkan garis pertahanan lebih tinggi sekaligus mampu meredam pergerakan para penyerang Juventus.
Dalam situasi seperti itu, keberadaan bek yang mampu membaca permainan menjadi sangat penting. Idzes pun memiliki peluang besar kembali menjadi salah satu pemain kunci Sassuolo.
Aquilani sebenarnya memiliki beberapa opsi lain seperti Duje Caleta-Car, yang memungkinkan dirinya melakukan rotasi maupun mengubah karakter permainan.
Namun, performa Idzes dalam beberapa pertandingan terakhir mulai memberikan sinyal kuat.
Bek Timnas Indonesia tersebut perlahan menunjukkan dirinya bukan sekadar pilihan rotasi, melainkan pemain yang semakin sulit tergantikan di lini belakang Sassuolo.
(Tribunnews.com/Giri)