TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebanyak 2.006 peserta didik melalui program beasiswa dan pengadaan perlengkapan sekolah di Sulawesi Barat, akan mendapat bantuan Pendidikan dari Pemprov Sulbar.
Berdasarkan alokasi yang disiapkan Disdikbud Sulbar, terdapat 350 penerima beasiswa berprestasi yang terdiri atas 160 siswa SMA, 90 siswa SMK, dan 100 siswa SLB.
Baca juga: Nelayan Mamuju Tidak Melaut Akibat BBM Langka
Baca juga: Minta Warga Lapor Indikasi Penimbunan BBM Kapolda Sulbar Janji Akan Tindaki Pelaku
Kemudian, sebanyak 600 peserta didik dari kategori afirmasi atau kurang mampu mendapat beasiswa. Rinciannya 240 siswa SMA, 230 siswa SMK, dan 130 siswa SLB.
Sementara bantuan perlengkapan pendidikan seperti seragam, sepatu, tas, buku dan kebutuhan lainnya dialokasikan untuk 1.056 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas 512 siswa SMA, 272 siswa SMK, dan 272 siswa SLB.
Jika digabungkan, total penerima program beasiswa dan bantuan perlengkapan pendidikan mencapai 2.006 peserta didik.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar Muhammad Nehru Sagena mengakui alokasi bantuan tersebut belum dapat menjangkau seluruh siswa yang membutuhkan bantuan pendidikan di Sulbar.
Keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi membuat pemerintah harus menentukan prioritas penerima sesuai kemampuan fiskal yang tersedia.
Sehingga program yang berjalan tahun ini masih diarahkan kepada kelompok peserta didik yang dinilai menjadi prioritas, berdasarkan prestasi, kondisi ekonomi maupun kebutuhan khusus.
Menurut Nehru, bantuan tersebut juga menjadi salah satu instrumen untuk menekan angka anak tidak sekolah.
Pemerintah tidak hanya berupaya mendorong anak yang belum bersekolah agar mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga menjaga agar siswa yang sudah berada di bangku sekolah tidak berhenti di tengah jalan.
“Juga untuk menurunkan angka anak tidak sekolah sekaligus memastikan agar yang sementara bersekolah tidak putus,” ujarnya.
Di sisi lain, bantuan pendidikan juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap siswa Sulbar yang mampu meraih prestasi di tingkat nasional.
Nehru menyebut siswa berprestasi yang menjadi sasaran program berasal dari berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, iman dan takwa (imtak), hingga hafalan Al-Qur'an.
Namun, perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada siswa berprestasi. Anak-anak dari keluarga kurang mampu dan peserta didik difabel juga masuk dalam skema bantuan. (*)