Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar untuk mendukung penanganan kebakaran TPA Putri Cempo Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026).
Dalam operasi tersebut, pihak terkait mengerahkan dua pesawat jenis PK-YNA untuk melakukan penyemaian awan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan OMC menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan untuk mendukung operasi penanganan kebakaran TPA Putri Cempo.
"Selain pemadaman darat, penanganan kebakaran juga didukung melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pada Jumat (11/9/2026), OMC kembali dilaksanakan melalui penerbangan kedua pesawat PK-YNA," ujar Ari.
Ari menjelaskan, tim OMC mengarahkan penyemaian awan pada penerbangan kedua ke wilayah timur Surakarta.
Sasaran penyemaian berada di kawasan sekitar Gunung Lawu yang memiliki potensi awan hujan.
"Berdasarkan laporan Flight Scientist PT Gaia Ananda Samasta, Rafi dan Roland, pada penerbangan kedua penyemaian awan difokuskan di wilayah timur Surakarta, dengan sasaran kawasan sekitar Gunung Lawu yang memiliki potensi awan hujan," terang Ari.
Menurut Ari, tim memilih wilayah tersebut karena potensi awan hujan di sekitar Gunung Lawu tergolong banyak.
"Potensi awan hujan di wilayah sekitar Gunung Lawu dilaporkan tergolong banyak, sehingga kawasan tersebut menjadi sasaran penyemaian pada penerbangan kedua OMC," kata dia.
Baca juga: Putri Cempo Terbakar, TPA Winong Boyolali Tak Mau Kecolongan: Sampah Ditimbun Berlapis
Dalam pelaksanaan OMC, tim menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram.
Pesawat membawa bahan tersebut hingga ketinggian sekitar 8.000 kaki untuk menyasar awan Cumulus.
"Dalam penerbangan tersebut, tim menggunakan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram. Penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 8.000 feet dengan menyasar awan Cumulus," urainya.
Ari mengatakan awan yang menjadi target penyemaian memiliki base sekitar 5.500–6.000 kaki dan top sekitar 8.000–9.000 kaki.
"Awan target memiliki base sekitar 5.500–6.000 feet dan top sekitar 8.000–9.000 feet. Saat proses penyemaian berlangsung, kecepatan angin terpantau sekitar 6 knot dengan arah dari utara hingga timur laut," sambung dia.
Pelaksanaan OMC tetap menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang memenuhi kriteria untuk menjadi sasaran penyemaian.
"Pelaksanaan OMC dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang memenuhi kriteria untuk menjadi target penyemaian, sebagai salah satu upaya mendukung penanganan kebakaran TPA Putri Cempo," pungkasnya.
(*)