TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Nelayan di Mamuju mengeluh, kini tidak bisa melaut akibat sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut membuat ikan semakin langka dan mahal di Mamuju, Sulbar.
Seorang nelayan, Nurdin, mengatakan, sulitnya memperoleh BBM membuat mereka kini tak berpenghasilan.
Menurutnya, sekitar 80 kapal milik nelayan kini hanya sandar di kawasan pelelasangan ikan di Jalan Andi Dai, Kelurahan Binanga, Mamuju.
Baca juga: Harga Ayam Potong di Mamuju Melonjak, Karena BBM Langka
"Hanya sekitar 20 kapal bisa berangkat mencari ikan," kata Nurdin kepada Tribun-Sulbar.com di temui di Pelabuhan Pelelangan Ikan Kasiwa Mamju, Jumat (11/9/2026).
Kata dia, jangankan di SPBU, di pengecer-pengecer pun saat ini nelayan sulit menemukan BBM.
"Apalagi juga cuaca sekarang kurang mendukung, angin kencang," ucapnya.
Pemilik Kapal Cahaya Bintang itu menjelaskan, nelayan yang masih berangkat melaut harus membawa atau mendapatkan pasokan BBM dari pengecer langananannya.
Nurdin mengaku nelayan selama ini kesulitan memperoleh BBM dengan menggunakan jeriken.
Karena tidak dilayani membeli menggunakan jeriken, nelayan akhirnya terpaksa membeli BBM dari pengecer dengan hargam lebih tinggi.
Selain persoalan BBM, berkurangnya hasil tangkapan ikan juga menjadi alasan nelayan mengurangi aktivitas melaut.
Kondisi tersebut berdampak pada pasokan ikan yang tersedia bagi masyarakat di Mamuju.(*)
Laporan wartawan tribun-sulbar.com Baiq Sukma Widiawati