Kabut Asap Kepung Kerinci-Sungai Penuh, Mata Siswa Pedih Sekolah Masih Tetap Tatap Muka
asto s September 11, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh semakin tebal. 

Pantauan Tribunjambi.com, Jumat (11/9/2026), terlihat kabut asap putih. Sebagian masyarakat mengeluhkan kondisi udara. 

"Mata terasa perih dan tenggorokan tidak nyaman ketika beraktivitas di luar rumah," ujar warga. 

Namun di tengah kondisi tersebut, para siswa masih tetap berangkat ke sekolah dan mengikuti proses belajar seperti biasa. 

Belum ada siswa yang diliburkan atau belajar secara daring diberlakukan. 

Kondisi itu membuat masyarakat meminta kepada Bupati Kerinci dan Wali Kota Sungai Penuh agar merespons cepat terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat, terutama menyangkut perlindungan terhadap pelajar.

Aktivis Kerinci, Ega Roy, mengatakan dirinya merasakan langsung dampak kabut asap saat berkendara.

“Kabut asap hari ini cukup parah. Saat berkendara di jalan, mata terasa perih,” ujar Ega Roy.

Menurutnya, pemerintah daerah jangan sampai terkesan menunggu kondisi semakin parah sebelum mengambil tindakan.

“Pemerintah seolah-olah tidak tahu-menahu dan tidak peduli. Kabut asap sudah dirasakan masyarakat, anak-anak juga tetap sekolah tatap muka, tetapi sampai sekarang belum terlihat imbauan yang jelas," katanya.

Ega Roy meminta Bupati Kerinci Monadi dan Wali Kota Sungai Penuh Alvin segera mengambil langkah nyata.

“Anak-anak sekolah harus menjadi perhatian utama. Kalau kondisi udara memang sudah mengganggu, jangan hanya diam. Minimal ada imbauan, pemantauan kualitas udara dan perlindungan bagi siswa, termasuk penyediaan masker jika diperlukan.” tegasnya.

Menurutnya, persoalan kabut asap bukan hanya tentang terganggunya aktivitas masyarakat. Pemerintah juga harus memikirkan kelompok yang rentan terdampak, terutama anak-anak yang setiap hari harus mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Baca juga: Hujan Deras di Kuala Tungkal Tanjabbar, Perdana Sejak Karhutla Agustus-September

Baca juga: 4 Kecelakaan Parah di Jalan Lintas Muara Bulian-Tembesi Batang Hari, Warga: Daerah Rawan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.