Orang Tua Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG Minta Program Ditutup, Diganti Kartu
Darwin Sijabat September 11, 2026 04:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Pati, Jawa Tengah, memicu keprihatinan mendalam dari para orang tua murid. 

Salah seorang ibu korban, Kartin, menyuarakan kekhawatirannya dan meminta pemerintah mengevaluasi hingga mempertimbangkan penghentian program tersebut jika tata kelolanya tidak kunjung diperbaiki.

Insiden yang menimpa buah hatinya diakui Kartin sebagai kejadian pertama. 

Selama ini, sang anak mengonsumsi sajian MBG tanpa mengalami gangguan kesehatan apa pun.

“Aman-aman saja,” kata Kartin saat berbicara dalam dialog Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Jumat (11/9/2026).

Kartin juga mengungkapkan bahwa dari penuturan anaknya, tidak ada indikasi keanehan pada aroma maupun cita rasa makanan yang disajikan saat itu.

“Kalau saya tanya itu, bilangnya makanannya enak. Kenyataannya kok bikin anak sakit. Enggak (ada yang aneh). Masih enak,” tuturnya.

Desakan Opsi Pengalihan Program

20260911  - Ibu korban keracunan MBG
KERACUNAN - Kartin, ibu dari siswa yang mengalami gejala keracunan usai menyantap pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pati, Jawa Tengah, dalam Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Jumat (11/9/2026)

Melihat dampak kesehatan yang dialami anaknya, Kartin mengaku khawatir jika insiden serupa kembali terulang di kemudian hari.

Ia menyampaikan aspirasinya agar pemerintah mengkaji ulang keberlanjutan program jika keselamatan siswa tidak dapat dijamin secara menyeluruh.

Baca juga: Kasus Dugaan Keracunan MBG di Sleman Bertambah: 101 Siswa, 2 Diopname

Baca juga: Soal Pemanggilan Jokowi di Sidang Korupsi Haji, KPK Belum Tentukan Sikap

“Kalau saya pribadi ya enggak berharap (dilanjutkan) sih. Kalau saya inginnya ditutup saja, dialihkan ke apa, dialihkan, seandainya dialihkan ke kartu (bantuan),” ujarnya.

Meski demikian, Kartin tidak menutup mata terhadap niat baik program pemerintah tersebut. 

Ia menyatakan tetap terbuka apabila program MBG dilanjutkan, dengan syarat ada pembenahan total pada skema pengolahan dan pengawasannya—termasuk peluang melibatkannya secara langsung melalui kantin sekolah.

“Ya, bisa juga setuju,” pungkasnya menanggapi skema perbaikan tata kelola MBG.

 

Baca juga: AS Rilis Sanksi Operasi Economic Outcast Sasar Jaringan Finansial Proksi Iran

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Lintas Muara Bulian-Tembesi, Roda Depan Mobil Remuk dan Terkunci

Sumber: KompasTv

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.