SURYA.co.id, MALANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Api yang muncul di Lembah Watangan Bukit Pengol, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, membuat akses wisata Gunung Bromo dari jalur Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditutup sementara.
Kebakaran diketahui sejak Kamis (10/9/2026). Hingga Jumat (11/9/2026), api masih terpantau menyala sehingga petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Baca juga: Kebakaran Mengganas di 7 Titik Bromo Tengger Semeru, Pemadaman Udara Dihentikan Efek Angin Kencang
Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono, mengatakan personel Polsek Poncokusumo bersama unsur terkait melakukan pemantauan dari kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
"Personel dari Polsek Poncokusumo bersama unsur terkait melakukan pemantauan dari wilayah Jemplang. Kami mengantisipasi agar api tidak merembet ke Kabupaten Malang," kata Budiono.
Pemantauan dilakukan dari Pos Jemplang dan Pos Coban Trisula, Desa Ngadas.
Petugas juga mendeteksi titik api di sekitar kawasan Ngadas dan melakukan pengecekan langsung untuk mengetahui kondisi terkini.
Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak meluas ke wilayah Kabupaten Malang.
"Koordinasi dan kesiapsiagaan terus kami lakukan. Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dan menyampaikan informasi jika menemukan api sehingga bisa segera ditangani," ujarnya.
Upaya pemadaman melibatkan sekitar 25 personel gabungan.
Mereka berasal dari Polsek Poncokusumo, Koramil Poncokusumo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS), Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas.
Petugas menggunakan peralatan manual seperti sekop, garu, dan pompa punggung. Pemadaman juga dilakukan menggunakan dahan basah dan penyemprotan air.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran karena proses penanganan masih berlangsung.
Balai Besar TNBTS juga mengambil langkah penutupan kunjungan wisatawan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan berlaku sejak Kamis (10/9/2026) melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kawasan Savana Lembah Watangan juga ditutup dari seluruh aktivitas wisata hingga kondisi dinyatakan aman.
"Akses menuju lokasi kebakaran hanya diperuntukkan bagi petugas, mitra, dan relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman. Masyarakat serta pengunjung dimohon tidak mendekati titik api," kata Rudijanta dalam keterangan resmi, dikutip SURYA.co.id,Jumat (11/9/2026).
Penutupan tersebut akan berlangsung sampai kawasan dinyatakan aman untuk kembali menerima kunjungan wisatawan.
Meski akses wisata Bromo dari Jemplang ditutup, masyarakat masih dapat menggunakan jalur transportasi darat yang menghubungkan Malang dan Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, serta Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Jalur tersebut tetap beroperasi normal.
Sementara itu, kawasan Ranu Regulo masih dapat dikunjungi wisatawan dengan tetap mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku.
TNBTS mengimbau masyarakat dan pelaku jasa wisata di sekitar kawasan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi cuaca yang kering dinilai meningkatkan potensi munculnya titik api.
Wisatawan juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Bagi wisatawan yang tetap ingin berkunjung ke kawasan Gunung Bromo, akses melalui Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dan Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih dapat digunakan.
Namun, aktivitas wisatawan dari kedua jalur tersebut dibatasi hanya sampai kawasan Laut Pasir selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
"Namun, pergerakan wisatawan dari kedua jalur tersebut sementara dibatasi hingga kawasan Laut Pasir. Pembatasan diberlakukan selama proses penanganan kebakaran Savana Pengol berlangsung," ujar Rudijanta.
Ia meminta wisatawan dan masyarakat mematuhi seluruh ketentuan yang diberlakukan selama proses pemadaman.
"Kami meminta seluruh wisatawan dan masyarakat mematuhi ketentuan tersebut. Langkah ini dilakukan agar proses pemadaman berjalan lancar sekaligus menjaga keselamatan seluruh pihak di kawasan Gunung Bromo," pungkasnya. (Lu'lu'ul Isnainiyah/Ahsan Faradisi)