TRIBUNNEWS.COM - Kompetisi Liga 2 Championship 2026/2027 belum juga bergulir, tetapi sejumlah klub sudah harus menghadapi pekerjaan berat.
Sebanyak 10 tim disebut memulai babak penyisihan dengan pengurangan poin. Artinya, separuh peserta Championship 2026/2027 langsung mengawali perjalanan dengan posisi minus.
Informasi tersebut terlihat pada laman resmi I.League, pada Jumat (11/9/2026).
Menariknya, pengurangan poin tersebar merata. Masing-masing grup terdapat lima klub yang harus memulai kompetisi dari posisi minus.
Di Grup Barat, lima klub yang terdampak adalah Persiraja Banda Aceh, PSIS Semarang, Semen Padang, Sumsel United, dan Persiku Kudus.
Sementara di Grup Timur, ada Kendal Tornado, Persela Lamongan, Persipura Jayapura, Persiba Balikpapan, dan PSBS Biak.
Kondisi tersebut tentu membuat perjuangan 10 klub itu menjadi lebih berat sejak peluit pertama kompetisi dibunyikan.
Dari 10 klub yang terkena pengurangan poin, PSBS Biak dan Persiba Balikpapan menjadi dua tim dengan sanksi paling berat.
Keduanya harus memulai kompetisi dengan minus empat poin.
Artinya, kemenangan pada pertandingan pertama belum tentu langsung membawa kedua klub tersebut ke zona positif.
Sementara itu, Persiku Kudus mendapat pengurangan dua poin.
Adapun tujuh klub lainnya, yakni Persiraja Banda Aceh, PSIS Semarang, Semen Padang, Sumsel United, Kendal Tornado, Persela Lamongan, dan Persipura Jayapura, memulai kompetisi dengan minus satu poin.
Dengan kondisi tersebut, setiap pertandingan menjadi sangat penting.
Tiga poin yang biasanya menjadi target standar kini terasa jauh lebih berharga karena harus digunakan untuk mengejar ketertinggalan sejak awal.
Baca juga: Jadwal Liga 2: PSIS dan PSPS Berebut Kemenangan di Laga Pembuka, Persipura Incar 3 Poin di Barito
Pengurangan poin bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul begitu saja.
I.League sebelumnya sudah menjelaskan bahwa sanksi pengurangan poin dapat berkaitan dengan pelanggaran regulasi dalam proses Club Licensing.
Direktur I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa mekanisme tersebut memang sudah diatur dalam regulasi kompetisi.
"Artinya pengurangan poin ini sudah beberapa kali kita sampaikan kaitannya dengan pelanggaran-pelanggaran regulasi," lanjutnya.
Ferry juga menjelaskan bahwa pengurangan poin berkaitan dengan ketentuan Club Licensing yang telah disubmit kepada AFC.
"Bahwa pelanggaran ini, pengurangan poin ini adalah satu bentuk pelanggaran yang ada kaitannya dengan club licensing," katanya.
Sebagai gambaran, pada Super League 2026/2027, I.League juga sudah menetapkan pengurangan dua poin kepada Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC. Sanksi tersebut diberikan karena kedua klub melakukan perubahan home base atau stadion setelah proses Club Licensing Cycle 2025/2026 selesai.
Namun, untuk 10 klub Liga 2 Championship yang tercantum minus poin saa ini, belum ada penjelasan resmi mengenai detail pelanggaran masing-masing klub tersebut.
Jumat, 11 September 2026
Sabtu, 12 September 2026
Minggu, 13 September 2026
Grup Timur
Persis Solo
PSBS Biak
Persipura Jayapura
Barito Putera
Deltras FC
Persela Lamongan
Kendal Tornado
Persiba Balikpapan
RANS Nusantara FC
Dejan FC
Grup Barat
Semen Padang
Persiku Kudus
Sumsel United
FC Bekasi City
Persiraja Banda Aceh
PSMS Medan
Persikad Depok
PSPS Pekanbaru
PSIS Semarang
PSGC Ciamis
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (BolaSport.com/Sasongko Dwi Saputro)