Kondisi Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Normal, Dinkes Bantah Hilang Ingatan 70 Persen
Laksmi Anindita September 11, 2026 06:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Dinas Kesehatan Sumatera Utara membantah kabar yang menyebut FP (16), siswi korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen.

Kepala Dinkes Sumut Faisal Hasrimy mengatakan fungsi otak FP dalam kondisi normal berdasarkan pemeriksaan Elektroensefalografi (EEG) di RSU Haji Medan dan RSUP H Adam Malik.

Faisal mengatakan FP memang sempat mengalami penurunan daya ingat ketika pertama kali sadar. Namun, kondisi tersebut disebut hanya sementara dan berkaitan dengan rasa sakit yang dialaminya.

“Enggak ada (hilang ingatan 70 persen). Iya (sempat hilang ingatan sebentar ketika sudah sadar), tetapi sekarang sudah normal. Dan itu efek dari rasa sakit yang dialaminya berlebihan,” kata Faisal di Kantor Dinkes Sumut, Kamis (10/9/2026).

Faisal menjelaskan hasil asesmen medis menunjukkan fungsi otak FP dalam kondisi normal.

Pemeriksaan EEG dilakukan di dua rumah sakit, yakni RSU Haji Medan dan RSUP H Adam Malik. Pemeriksaan tersebut digunakan untuk merekam aktivitas listrik otak dan membantu mendeteksi gangguan atau kelainan fungsi otak.

Selain pemeriksaan medis, FP juga menjalani asesmen psikiatri. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, FP disebut mengalami trauma setelah menjadi perhatian publik.

Menurut Faisal, FP merupakan pribadi yang cenderung tertutup. Perubahan kondisi setelah kasus tersebut menjadi sorotan disebut turut memengaruhi kondisi psikologisnya.

“Trauma, karena hasil asesmen tiba-tiba jadi fokus perhatian. Dia introvert,” ujar Faisal.

Faisal menambahkan, terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan gangguan ingatan sementara. Namun, penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi FP tetap menjadi kewenangan dokter yang menangani pasien.

Dinkes Sumut hingga kini masih memantau kondisi FP yang masih menjalani perawatan.

Sementara itu, kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo sebelumnya berdampak pada 353 siswa dari lima sekolah. Para siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada Kamis (13/8/2026).

Dari pemeriksaan sampel sisa menu oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Dinkes Sumut, ditemukan tiga jenis bakteri, yakni Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli.

Bacillus cereus ditemukan pada nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dencis, sedangkan Escherichia coli ditemukan pada melon. Temuan tersebut disampaikan Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Dinkes Sumut Pulo Rizal Togatorop.

Rizal menjelaskan, bakteri tersebut dapat ditemukan secara alami pada manusia maupun lingkungan. Dalam kondisi tertentu, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan racun yang berpotensi menimbulkan gejala seperti mual, muntah, dan lemas.

Namun, temuan tiga jenis bakteri tersebut belum dapat menyimpulkan bahwa bakteri itu merupakan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Tim laboratorium juga belum dapat memastikan hubungan temuan bakteri tersebut dengan gangguan ingatan yang dialami siswa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.