SRIPOKU.COM, MURATARA - Video yang memperlihatkan aksi tawuran sejumlah pelajar di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, puluhan pelajar mengenakan seragam biru hitam terlihat terlibat aksi saling pukul dengan pelajar berseragam merah.
Mereka diduga menggunakan kayu dan batu dalam aksi tawuran yang terjadi di tengah jalan tersebut.
Aksi tersebut sempat membuat warga panik dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Peristiwa itu terjadi di Simpang Biaro, Kecamatan Karang Dapo, Muratara, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Akibat tawuran tersebut, sejumlah pelajar mengalami luka-luka dan harus dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Karang Dapo AKP Rusdan membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, para pelajar yang terlibat merupakan siswa SMA Negeri Karang Dapo.
"Benar, kejadiannya tadi siang sekira pukul 11.00 WIB waktu jam pulang sekolah. Mereka itu masih satu sekolah," kata Rusdan, Jumat (11/9/2026).
Menurut Rusdan, setelah mengetahui adanya tawuran, personel Polsek Karang Dapo langsung menuju lokasi untuk membubarkan para pelajar.
Sebelum polisi tiba, sejumlah guru juga sempat berupaya membubarkan aksi tersebut.
"Saat anggota tiba di lokasi, mereka langsung bubar. Sebelumnya, gurunya juga sempat membubarkan aksi pelajar itu," ungkapnya.
Rusdan mengatakan, beberapa pelajar mengalami luka akibat aksi tersebut. Salah satunya mengalami benjolan di bagian kepala dan harus mendapat perawatan di puskesmas.
"Beberapa pelajar alami luka, seperti di kepalanya ada yang benjol. Kemudian pelajar itu dibawa ke Puskesmas untuk mendapat penanganan," jelasnya.
Polisi kemudian membawa tiga pelajar yang diduga menjadi pemicu awal tawuran ke Mapolsek Karang Dapo untuk dilakukan pembinaan.
"Selain 3 pelajar yang kami bawa ke Polsek, orang tua dan pihak guru juga kami minta untuk datang ke Polsek Karang Dapo," tegas Rusdan.
Rusdan menjelaskan, tawuran tersebut melibatkan pelajar asal Mandi Angin dan Alai dengan pelajar asal SP-04. Meski demikian, seluruh pelajar tersebut masih bersekolah di SMA yang sama.
Peristiwa bermula ketika para pelajar dari Mandi Angin, Alai dan SP-04 hendak pulang sekolah melalui jalan yang sama.
"Namun tiba-tiba, mereka terlibat ribut. Kemudian pelajar asal SP-04 tadi menelepon juga temannya asal Karang Dapo. Hingga akhirnya terjadi keributan di Simpang Biaro," jelasnya.
Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan senjata tajam dalam aksi tawuran tersebut.
Menurut keterangan warga, para pelajar menggunakan benda yang ditemukan di sekitar lokasi untuk saling menyerang.
"Tidak ada senjata tajam, mereka berkelahi pakai kayu dan batu yang mereka temukan di lokasi itu," tegas Rusdan.
Setelah tiga pelajar dibawa ke Mapolsek Karang Dapo, polisi bersama pihak sekolah dan perangkat desa mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan.
"Disaksikan perangkat desa, kami sarankan penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan. Nanti yang merasa terluka, diminta mendatangi pelaku untuk saling mengobati," kata Rusdan.
Selain itu, para pelajar yang terlibat diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Polisi juga memberikan peringatan tegas agar aksi serupa tidak kembali terjadi.
"Kalau mereka berkelahi lagi tanpa alasan, maka konsekuensinya akan dikeluarkan dari sekolah," tutup Rusdan.