SURYAMALANG.COM, KABUPATEN PROBOLINGGO - Kawasan Gunung Bromo kembali dilanda kebakaran pada Jumat (11/9/2026).
Tim BPBD Jawa Timur mengerahkan helikopter untuk melakukan operasi water bombing guna membantu memadamkan api yang membakar kawasan tersebut.
Kebakaran kali ini terjadi di kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Api diketahui mulai muncul sejak kemarin, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Tiupan angin kencang membuat kobaran api kemudian meluas ke arah Lembah Watangan atau kawasan Bukit Teletubbies.
Tim gabungan pun langsung melakukan penanganan untuk mencegah api semakin meluas.
Tim tersebut terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Probolinggo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), TNI, Polri, serta relawan.
Baca juga: Pantau Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo, Polres Malang Siagakan Personel di Pos Jemplang
Namun, upaya pemadaman melalui jalur darat belum dapat dilakukan karena lokasi kebakaran berada di medan yang terjal dan sulit dijangkau.
Kondisi tersebut membuat pemadaman dari udara menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menjangkau titik-titik kebakaran.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno mengatakan, sejak Jumat pagi, BPBD Jatim mengerahkan helikopter PK-DAP untuk melakukan operasi water bombing di sejumlah titik.
Hingga sore ini, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 17 kali hingga Jumat siang.
Dari 17 kali penerbangan tersebut, total air yang telah dicurahkan ke sejumlah titik kebakaran mencapai 17.000 liter.
“Helikopter tersebut membawa bucket berkapasitas 1.000 liter untuk menjatuhkan air ke area yang terbakar."
"Air yang digunakan dalam operasi pemadaman diambil dari kawasan Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang,” tegasnya.
Operasi water bombing sementara dihentikan karena kondisi kabut tebal di kawasan Gunung Bromo membuat penerbangan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
“Karena kondisi di lokasi saat ini kabutnya sangat tebal, water bombing sementara tidak bisa kita lanjutkan demi faktor keselamatan,” ujarnya.
Meski demikian, penanganan karhutla tetap dilakukan dengan melibatkan personel tim gabungan yang bersiaga di sekitar kawasan terdampak.
Personel gabungan juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan api.
Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kobaran api merembet ke bagian bawah kawasan Gunung Bromo.
Satriyo mengatakan, hingga Jumat siang, luas area yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan.
“Saat ini, luas area terdampak kebakaran masih dalam pendataan dan kondisi api saat ini telah merembet ke wilayah Gunung Kursi,” imbuh Satriyo.
Dengan kondisi tersebut, tim gabungan masih terus memantau pergerakan api dan perkembangan situasi di lapangan. Penanganan juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta cuaca di kawasan Gunung Bromo.
Sementara itu, sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran, Balai Besar TNBTS telah menutup akses wisata Gunung Bromo dari jalur Jemplang, Malang.
Penutupan akses wisata tersebut dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan.
“Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses penanganan karhutla sekaligus mengantisipasi risiko terhadap wisatawan akibat kondisi kebakaran di kawasan Gunung Bromo,” ujarnya.
Tim gabungan saat ini masih bersiaga dan melakukan pemantauan untuk memastikan kebakaran tidak semakin meluas.
Baca juga: Pembatasan Akses Bromo Dampak Kebakaran: Jemplang Malang Tutup, Ranu Regulo Masih Dibuka