Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Titik api di TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, kembali membesar pada hari ini, Jumat (11/5/2026).
"Setelah lima hari penanganan penanggulangan bencana kebakaran di TPAS Galuga, baru saja saya mendapatkan laporan dari lapangan. Di sana masih ada Wakil Wali Kota Bogor dan jajaran. Situasinya kelihatannya kurang baik, artinya titik-titik api masih terlihat membesar dan ini tentu sangat mengkhawatirkan apabila tidak ditangani secara lebih komprehensif," ujar Dedie Rachim, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, berbagai potensi untuk penanganan dan penanggulangan bencana telah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kolaborasi tersebut dilakukan mulai dari pengerahan personel, peralatan, hingga upaya pemadaman di lokasi.
Dedie Rachim menyebut, salah satu harapan utama dalam mempercepat proses pemadaman adalah turunnya hujan.
Namun, kondisi kemarau panjang saat ini membuat upaya tersebut masih bergantung pada faktor cuaca.
"Semalam saya bersama Pak Bupati Bogor, Sekda Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor sudah melakukan koordinasi. Memang harapan yang utama adalah turunnya hujan. Namun, dengan situasi kemarau panjang seperti sekarang, kita hanya bisa berharap melalui doa agar hujan bisa turun," katanya.
Selain mengandalkan kondisi alam, Pemkot Bogor juga melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan sejumlah pihak.
Dedie Rachim mengaku telah menyampaikan kondisi kebakaran TPAS Galuga kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria untuk mendapatkan dukungan terkait kemungkinan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca.
"Kita juga sudah menyampaikan kepada Kepala BRIN Prof Arif Satria untuk bagaimana mungkin bisa dibantu melakukan modifikasi cuaca," ujarnya.
Dedie Rachim juga telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat terkait dukungan personel, logistik, dan peralatan penanganan kebakaran.
Selain itu, dukungan juga datang dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Rektor IPB disebut akan mengirimkan beberapa unit kendaraan pemadam kebakaran untuk membantu proses penanganan.
"Barusan saya komunikasi dengan Rektor IPB. Alhamdulillah malam hari ini Rektor IPB akan mengirimkan beberapa unit Damkar untuk bantuan. Jika tidak ditangani secara bersama-sama kualitas udara akan semakin memburuk," jelas Dedie Rachim.
Dedie Rachim berharap semakin banyak potensi dukungan yang dapat dikerahkan dengan memanfaatkan teknologi dan seluruh sumber daya yang tersedia agar kebakaran TPAS Galuga dapat segera ditangani.
"Kondisinya belum baik-baik saja sampai dengan malam hari ini. Harapannya di lapangan tentu saya berharap para petugas bisa terus bersemangat, termasuk terus mengupayakan sumber air untuk pemadaman agar api bisa segera kita padamkan," pungkasnya.