TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat optimistis dapat kembali memperkuat posisi politik dan merebut kepercayaan publik menjelang Pemilu 2029.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jemmy Setiawan mengatakan momentum menjelang usia ke-25 partai tidak seharusnya hanya menjadi ajang perayaan atau nostalgia terhadap masa lalu.
Menurutnya, seperempat abad perjalanan Demokrat harus menjadi momentum untuk menyiapkan masa depan partai.
"Saya melihat harapan itu ada. Namun, dalam politik, harapan tidak cukup dibangun dari optimisme. Harapan harus memiliki fondasi," kata Jemmy dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Jemmy menyebut setidaknya ada empat modal utama yang dimiliki Demokrat saat ini.
Modal tersebut yakni pengalaman dan warisan kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), penguatan struktur partai, serta manajemen organisasi yang berjalan efektif.
Jemmy menilai kontribusi SBY tidak hanya berkaitan dengan statusnya sebagai pendiri dan tokoh sentral Demokrat.
Pengalaman SBY memimpin pemerintahan selama dua periode juga dinilai menjadi aset penting bagi partai.
"Warisan terbesar SBY justru harus dibaca sebagai pengalaman dan pengetahuan kelembagaan. Pengalaman tentang bagaimana mengelola pemerintahan, menjaga stabilitas, menghadapi krisis, membangun kebijakan publik, serta mengelola hubungan antara politik dan kepentingan negara," ujarnya.
Meski demikian, Jemmy mengingatkan agar Demokrat tidak terjebak dalam romantisme masa lalu.
"Tidak ada zaman yang dapat diulang persis sama. Tantangan Indonesia hari ini berbeda dengan Indonesia dua dekade lalu," kata dia.
Jemmy juga menilai kepemimpinan AHY menjadi salah satu modal penting Demokrat dalam proses regenerasi.
Menurut dia, AHY memiliki peluang untuk menjembatani pengalaman generasi sebelumnya dengan aspirasi pemilih muda yang semakin dominan dalam peta politik nasional.
"Regenerasi harus menghasilkan cara kerja, gagasan, komunikasi, serta kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan zamannya," ujar Jemmy.
Dia mengatakan generasi muda cenderung menilai pemimpin berdasarkan rekam jejak dan solusi yang ditawarkan saat ini, bukan semata-mata sejarah politik masa lalu.
Karena itu, kekuatan AHY akan ditentukan oleh kemampuannya membangun rekam jejak kepemimpinan sendiri sekaligus mendekatkan Demokrat dengan kebutuhan masyarakat.
Selain kepemimpinan, Jemmy menilai konsolidasi struktur partai hingga tingkat akar rumput menjadi faktor penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Menurut dia, partai politik tidak dapat hanya hidup di tingkat elite atau pusat kekuasaan, tetapi harus hadir melalui jaringan organisasi yang aktif di tengah masyarakat.
"DPP, DPD, DPC, struktur di bawahnya, anggota legislatif, organisasi sayap, badan-badan partai, kader, kepala daerah, hingga jejaring relawan dan simpatisan harus mulai bergerak dalam irama yang sama," katanya.
Jemmy menegaskan konsolidasi organisasi tidak cukup dilakukan melalui rapat ataupun kegiatan seremonial.
Kader, kata dia, harus kembali hadir untuk mendengar persoalan masyarakat sekaligus membantu mencari penyelesaiannya.
"Konsolidasi yang sebenarnya terjadi ketika kader kembali hadir di tengah masyarakat, mengetahui persoalan di wilayahnya, mendengarkan keluhan rakyat, membantu mencari penyelesaian," ujarnya.
Meski memiliki sejumlah modal politik, Jemmy mengingatkan tidak ada jaminan kemenangan dalam sistem demokrasi.
Dia menegaskan kepercayaan publik tidak dapat diwariskan dari satu tokoh kepada tokoh lain ataupun otomatis muncul karena keberhasilan pada masa lalu.
"Dalam demokrasi tidak ada deposito suara. Kepercayaan rakyat tidak dapat diwariskan dari seorang tokoh kepada tokoh lainnya," kata Jemmy.
Karena itu, Demokrat harus mampu mengubah kekuatan internal tersebut menjadi kepercayaan publik melalui kerja nyata yang menjawab persoalan masyarakat.
Jemmy menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik, mulai dari lapangan pekerjaan, harga kebutuhan pokok, pendidikan, kesempatan bagi generasi muda, peningkatan produktivitas petani, hingga penegakan hukum yang adil.
"Partai menjadi besar ketika rakyat merasa bahwa perjuangan partai juga merupakan perjuangan mereka," tutur Jemmy.
Baca juga: Bambang Purwanto: Pidato AHY di HUT Demokrat Jadi Motivasi Kader untuk Dukung Pemerintahan Prabowo
Dia menegaskan target Demokrat bukan sekadar meningkatkan kekuatan elektoral menghadapi Pemilu 2029. Lebih dari itu, partai harus membangun kembali hubungan yang kuat dengan masyarakat.