Israel Hancurkan Infrastruktur Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan
Tiara Shelavie September 11, 2026 10:19 PM

TRIBUNNEWS.COM - Israel pada Kamis (10/9/2026) mengatakan telah menghancurkan terowongan-terowongan penting yang dibangun kelompok Hizbullah yang didukung Iran di bawah punggung bukit strategis Ali al-Taher di Lebanon selatan.

Sebuah getaran berkekuatan 4,1 magnitudo juga tercatat di wilayah tersebut.

Wartawan AFP yang berada di lokasi mendengar sejumlah ledakan.

Dalam sebuah video yang dibagikan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, terlihat bola api besar membubung ke langit malam.

Ledakan tersebut terjadi beberapa hari setelah otoritas Israel mengklaim telah menguasai punggung bukit Ali al-Taher dan menyebut Hizbullah telah menggali banyak terowongan di lokasi tersebut.

Pasukan Israel menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan membentuk apa yang disebut sebagai “zona keamanan” di sepanjang seluruh kawasan perbatasan.

Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Katz mengatakan terowongan-terowongan tersebut merupakan infrastruktur strategis yang “dibangun selama dua dekade, dengan pendanaan dan perencanaan dari Iran”.

Baca juga: Israel Disebut Ledakkan Lebih dari 2 Kilometer Terowongan Hizbullah di Lebanon

Penghancuran tersebut, menurut mereka, “menyelesaikan pencapaian kendali operasional atas punggung bukit Ali al-Taher—baik di atas maupun di bawah tanah”.

Sementara itu, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan adanya getaran berkekuatan 4,1 magnitudo di wilayah tersebut.

Wartawan AFP di Lebanon selatan juga mengatakan mereka mendengar “ledakan besar” pada Kamis malam.

“Kami sedang duduk di sana dan semuanya bergetar,” kata Joelle Fares, yang baru-baru ini pindah ke Marjaayoun, kepada AFP.

Israel mengumumkan pekan lalu bahwa mereka telah merebut punggung bukit Ali al-Taher. Hizbullah belum memberikan pernyataan terkait hal tersebut.

Infrastruktur Hizbullah di Bawah Tanah

Militer Israel mengatakan infrastruktur Hizbullah tersebut membentang lebih dari dua kilometer dan berisi “puluhan roket, rudal, dan UAV (pesawat tanpa awak) buatan Iran, serta senapan mesin, puluhan rudal antiranjau, dan ratusan ranjau serta alat peledak”.

Kompleks bawah tanah itu juga mencakup pusat komando unit “Badr” milik Hizbullah, menurut militer Israel.

Seorang pejabat militer mengatakan kepada AFP bahwa sebagian militan yang sebelumnya beroperasi di sekitar punggung bukit tersebut telah meninggalkan lokasi, sementara yang lainnya “dieliminasi melalui serangan udara dan tembakan artileri”.

Pejabat tersebut mengatakan anggota Hizbullah telah menggali delapan jalur bawah tanah untuk bergerak dengan aman di bawah punggung bukit. Militer Israel juga menyita puluhan drone peledak dan ratusan ranjau.

Perang besar-besaran kembali terjadi pada 2 Maret ketika Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel utara sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, yang merupakan pendukung kelompok tersebut.

Israel sebelumnya telah melanggar gencatan senjata yang disepakati pada November 2024 dengan melakukan serangan setiap hari di wilayah Lebanon. Konflik yang lebih luas antara Hizbullah dan Israel dimulai pada Oktober 2023.

Sempat terjadi penurunan kekerasan setelah kesepakatan yang dicapai Lebanon dan Israel pada Juni. Kedua pihak dijadwalkan kembali menggelar pembicaraan pekan depan. Namun, serangan Israel meningkat intensitasnya dalam beberapa hari terakhir dan menewaskan puluhan orang.

Dalam perundingan tersebut, Amerika Serikat yang menjadi sponsor pembicaraan mengusulkan agar militer Lebanon mengambil alih kendali atas punggung bukit Ali al-Taher. Namun, Hizbullah menolak usulan tersebut, menurut sumber yang dekat dengan pihak-pihak yang terlibat kepada AFP.

Otoritas Beirut mengatakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 4.300 orang secara keseluruhan sejak Maret, dan lebih dari 8.500 orang sejak Oktober 2023.

Pasukan Israel masih menduduki apa yang disebut sebagai “zona keamanan” di Lebanon selatan dan telah menghancurkan puluhan kota serta desa.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.