TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Dampak fenomena cuaca ekstrem El Nino kian meluas di Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten Dharmasraya kini menjadi salah satu daerah yang paling parah dilanda bencana kekeringan hingga memicu krisis air bersih skala besar.
Berdasarkan data terkini dari Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, sebanyak 106 jorong yang tersebar di 25 nagari dan 10 kecamatan di Dharmasraya terkonfirmasi terdampak kekeringan.
Akibat bencana musiman ini, tercatat sedikitnya 13.554 Kepala Keluarga (KK) kini kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan harian.
Dari total 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Dharmasraya, praktis hanya Kecamatan Sembilan Koto yang hingga saat ini dilaporkan masih aman dan belum mencatatkan adanya wilayah terdampak.
Baca juga: Kasus ISPA Meningkat Akibat Kabut Asap, WALHI Sumbar dan Koalisi Terjunkan Mobil Klinik Gratis
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bergerak cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kemarau.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menginstruksikan Satgas untuk fokus memprioritaskan penyaluran air bersih kepada warga serta menyediakan bantuan pompa air guna menyelamatkan areal pertanian yang terancam gagal panen.
Upaya tanggap darurat berupa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat telah dimulai Pemkab Dharmasraya sejak beberapa hari terakhir.
Penyaluran bantuan air bersih tahap awal disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak mendesak, seperti Nagari Gunung Selasih, IV Koto Pulau Punjung, dan Koto Padang.
Tidak berhenti di situ, armada pemda kembali memperluas jangkauan distribusi air bersih ke kawasan Ampang Kuranji, Taratak Tinggi, hingga Sikabau.
Sejumlah wilayah lain juga masuk dalam daftar prioritas penyaluran, meliputi Koto Ranah, Koto Laweh, Siguntur, Sungai Duo, Tabek Koto Gadang, dan Koto Baru.
Langkah marathon distribusi pasokan air tersebut dilanjutkan ke Nagari Tebing Tinggi, Panyubarangan, Kurnia Selatan, Batu Rijal, Gunung Medan, Ranah Palabi, Koto Tuo Siguntur, serta Sungai Kambut.
Baca juga: Dharmasraya Naikkan Status Karhutla Jadi Siaga 1, Kualitas Udara Masuk Tidak Sehat
Guna mengoptimalkan penanganan krisis air di lapangan, Pemkab Dharmasraya mengerahkan belasan armada mobil tangki yang bersiaga penuh melayani warga.
“Untuk sementara ada empat unit mobil tangki dari Pemda, 10 unit dari balai dan dua unit dari provinsi yang akan dikerahkan untuk membantu distribusi air kepada masyarakat,” ujar Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani dilansir resmi Jumat (11/9/2026).
Di samping memaksimalkan armada yang ada, Pemkab Dharmasraya tengah menjalin komunikasi intensif dengan sektor swasta untuk mendapatkan tambahan armada mobil tangki.
Langkah jangka menengah juga disiapkan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk merealisasikan pembangunan sumur bor di titik-titik rawan krisis air.
Bupati Annisa juga telah memerintahkan BPBD dan instansi terkait untuk melakukan pemutakhiran data harian secara ketat.
"Pendataan harian ini penting agar perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat dapat dipantau secara berkala," tegasnya.
Ia pun menekankan pentingnya sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menghadapi musim kemarau panjang.
“Kolaborasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkas Bupati Annisa. (rls)