Tribunlampung.co.id, Banten - Temuan life jacket kedua menjadi petunjuk baru bagi tim SAR dalam pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Benda berwarna oranye itu ditemukan pada hari keempat operasi, Jumat (11/9/2026), di kawasan sebelah timur Gunung Anak Krakatau.
Baca juga: Brigadir Iman Demosi 5 Tahun, Kasus Kematian Winda Belum Temui Titik Terang
Life jacket tersebut ditemukan Kal Anyer pada pukul 14.45 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 16,2 nautical mile atau 16,2 mil laut dari titik ditemukannya life jacket pertama. Jika dibandingkan dengan lokasi temuan sebelumnya, titik terbaru berada di arah barat daya.
Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan, life jacket yang ditemukan tersebut telah diserahkan kepada tim Basarnas di Posko Aju, Pelabuhan Ciwandan, untuk menjalani proses identifikasi.
"Saat ini sudah proses diserahkan kepada tim Basarnas di Posko Aju yang berada di Pelabuhan Ciwandan," kata Wawan saat memberikan keterangan.
Meski menjadi temuan penting dalam operasi pencarian, identitas dan spesifikasi lebih detail life jacket itu belum dapat dipastikan. Tim terkait masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui informasi yang dapat menghubungkan barang tersebut dengan delapan orang yang tengah dicari.
Wawan mengatakan, penyerahan barang temuan dilakukan segera setelah kapal menemukan life jacket tersebut. Pemeriksaan selanjutnya akan melibatkan unsur Basarnas, Polair, dan Polri.
"Karena tentu barang ditemukan kapal langsung dilaksanakan proses serah terima kepada tim Basarnas yang berada di Posko Aju di Pelabuhan Ciwandan, untuk selanjutnya ditindaklanjuti identifikasi oleh rekan-rekan dari Polair maupun dari Polri," jelasnya.
Di sisi lain, pencarian tidak hanya dilakukan di laut. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, tim SAR turut menyisir tiga pulau yang berada di sekitar kawasan Krakatau untuk mencari kemungkinan keberadaan korban.
Operasi hari keempat tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan pola pencarian berikutnya.
Tim SAR akan menilai kembali efektivitas pergerakan seluruh alat utama sistem keselamatan (alut) yang dikerahkan sebelum menentukan langkah lanjutan.
"Untuk pencarian ke depannya, hasil evaluasi semua alut-alut yang telah melaksanakan operasi SAR pada hari ini, kita akan evaluasi kembali termasuk dengan memperluas area pencarian seperti apa, termasuk dengan pembagian sektor di esok hari," ujar Amrad.
sumber: TribunBanten.com