Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Kegiatan sosialisasi MediaMIND 2026 di Universitas Indonesia (UI) mendadak hening ketika insan pers, akademisi, dan mahasiswa menundukkan kepala demi merajut doa.
Aksi solidaritas ini ditujukan untuk lima jurnalis dan kru kapal yang masih hilang di perairan Gunung Anak Krakatau sejak empat hari lalu.
Memasuki hari keempat pencarian pada Jumat (11/9/2026), Tim SAR gabungan terus mengerahkan armada terbaiknya untuk menyisir Selat Sunda.
Baca juga: Janjikan Karpet Merah di Dunia Kerja, Ini Pesan Penting Wadirut MIND ID untuk Wisudawan UI
Adapun kelima jurnalis yang hilang saat bertugas tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta Donal Husni (jurnalis lepas).
Momen hening sejenak ini menjadi simbol penghormatan mendalam atas keberanian serta dedikasi para ksatria informasi di lapangan.
"Di tengah semangat berbagi gagasan dan pengetahuan dalam MediaMIND, kami juga ingin menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada rekan-rekan jurnalis yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian," ujar Department Head Corporate Communications MIND ID, Pratiwa Dyatmika.
Peran vital pers dalam mengawal isu pembangunan nasional menjadikan keselamatan para insan pers sebagai prioritas emosional bagi industri pertambangan ini.
"Kami memahami bahwa kerja jurnalistik sering kali menuntut keberanian dan dedikasi yang tinggi, sehingga doa kami menyertai proses pencarian yang sedang berlangsung dan keluarga yang menantikan kabar baik," kata Pratiwa.
MIND ID berkomitmen untuk terus merawat sinergi erat bersama media demi menghadirkan transparansi informasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Ajang MediaMIND ke-6 ini hadir sebagai wadah kolaborasi antara pers, akademisi, dan pelaku usaha dalam meracik karya yang mendukung kemajuan Indonesia.
Mengusung tema besar "Dari Bumi Untuk Kedaulatan Negeri", kompetisi ini membedah enam subtema strategis mulai dari hilirisasi, green mining, hingga inovasi industri.
"Melalui tema dan subtema tersebut, peserta diharapkan mampu menghadirkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan perspektif baru mengenai peran mineral Indonesia dalam mendukung masa depan bangsa," tambah Pratiwa.
Kompetisi yang telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 ini menerima karya yang sudah dipublikasikan sejak 15 September 2025 hingga 17 September 2026.
Batas pengumpulan karya ditetapkan pada 17 September 2026 untuk kategori jurnalis, sementara kategori umum, akademisi, serta pengamat dibuka hingga 25 Oktober 2026. (m38)