Duka di Balik MediaMIND 2026, Doa Mengalir untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Hironimus Rama September 12, 2026 12:35 AM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 


TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - ​Kegiatan sosialisasi MediaMIND 2026 di Universitas Indonesia (UI) mendadak hening ketika insan pers, akademisi, dan mahasiswa menundukkan kepala demi merajut doa.

​Aksi solidaritas ini ditujukan untuk lima jurnalis dan kru kapal yang masih hilang di perairan Gunung Anak Krakatau sejak empat hari lalu.

​Memasuki hari keempat pencarian pada Jumat (11/9/2026), Tim SAR gabungan terus mengerahkan armada terbaiknya untuk menyisir Selat Sunda.

Baca juga: Janjikan Karpet Merah di Dunia Kerja, Ini Pesan Penting Wadirut MIND ID untuk Wisudawan UI 

​Adapun kelima jurnalis yang hilang saat bertugas tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), serta Donal Husni (jurnalis lepas).

​Momen hening sejenak ini menjadi simbol penghormatan mendalam atas keberanian serta dedikasi para ksatria informasi di lapangan.

​"Di tengah semangat berbagi gagasan dan pengetahuan dalam MediaMIND, kami juga ingin menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada rekan-rekan jurnalis yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian," ujar Department Head Corporate Communications MIND ID, Pratiwa Dyatmika.

​Peran vital pers dalam mengawal isu pembangunan nasional menjadikan keselamatan para insan pers sebagai prioritas emosional bagi industri pertambangan ini.

​"Kami memahami bahwa kerja jurnalistik sering kali menuntut keberanian dan dedikasi yang tinggi, sehingga doa kami menyertai proses pencarian yang sedang berlangsung dan keluarga yang menantikan kabar baik," kata Pratiwa.

​MIND ID berkomitmen untuk terus merawat sinergi erat bersama media demi menghadirkan transparansi informasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

​Ajang MediaMIND ke-6 ini hadir sebagai wadah kolaborasi antara pers, akademisi, dan pelaku usaha dalam meracik karya yang mendukung kemajuan Indonesia.

​Mengusung tema besar "Dari Bumi Untuk Kedaulatan Negeri", kompetisi ini membedah enam subtema strategis mulai dari hilirisasi, green mining, hingga inovasi industri.

​"Melalui tema dan subtema tersebut, peserta diharapkan mampu menghadirkan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan perspektif baru mengenai peran mineral Indonesia dalam mendukung masa depan bangsa," tambah Pratiwa.

​Kompetisi yang telah dimulai sejak 1 Agustus 2026 ini menerima karya yang sudah dipublikasikan sejak 15 September 2025 hingga 17 September 2026.

​Batas pengumpulan karya ditetapkan pada 17 September 2026 untuk kategori jurnalis, sementara kategori umum, akademisi, serta pengamat dibuka hingga 25 Oktober 2026. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.