- Amerika Serikat (AS) memperingati 25 tahun serangan teroris 11 September yang menewaskan hampir 3.000 orang.
Meski tergolong sebagai salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah AS, muncul kekhawatiran bahwa generasi mendatang tidak mengetahui peristiwa tersebut.
Kekhawatiran itu disampaikan oleh Gordon Huie, salah satu anggota keluarga korban serangan 11 September.
Ia berada di Lower Manhattan ketika pesawat menghantam menara World Trade Center.
Saat tiba di Menara Selatan untuk membantu, gedung pencakar langit tersebut runtuh.
Bagi Gordon, menceritakan kembali peristiwa itu bukan sekadar soal kehilangan.
Ia juga khawatir generasi muda yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut tumbuh tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Adapun serangan 11 September dilakukan oleh kelompok teroris Al-Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden.
Ia disebut menyetujui dan membiayai serangan tersebut sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Amerika Serikat di dunia Islam.