Derita Warga Malang Imbas Musim Kemarau, BPBD dan Polres Malang Grojok Desa Terdampak
Dyan Rekohadi September 12, 2026 12:50 AM

 

Laporan : Lu'lu'ul Isnainiyah
 
SURYA.CO.ID, MALANG - Bencana kekeringan mulai meluas dan melanda sejumlah kawasan pemukiman di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Berdasarkan pemetaan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sebanyak delapan desa yang tersebar di enam kecamatan tercatat mengalami krisis pasokan air bersih.

Untuk meredam dampak kekeringan itu, petugas gabungan langsung bergerak mengucurkan bantuan air bersih secara berkala ke wilayah terdampak.

Baca juga: Kekeringan Meluas, Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

 

Sebaran Wilayah Krisis dan Prosedur Bantuan

Wilayah yang mengalami krisis air bersih di antaranya Desa Sumberagung, Desa Sitiarjo, dan Desa Kedungbanteng di Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Pasokan air bersih juga digelontorkan ke Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan, Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung, Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo, Desa Kalirejo Kecamatan Kalipare, serta Desa Sumberejo Kecamatan Pagak.

"Terakhir Desa Sumberejo Kecamatan Pagak melaporkan kekurangan air, kekurangan air bersih itu berdampak ke 545 jiwa dari 87 Kepala Keluarga (KK)," terang Purwoto saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Khusus wilayah Desa Karangkates, kelangkaan air dipicu oleh adanya proyek perbaikan infrastruktur pada aliran Kali Molek yang menjadi penyuplai utama sumur warga.

Sejak 8 Agustus 2026 hingga 10 September 2026, total air bersih yang disalurkan petugas telah menembus angka 1.611.850 liter.

Proses pengiriman bantuan air bersih itu wajib melalui SOP resmi dengan menyertakan surat dari Kepala Desa dan Camat ke BPBD.

"Jika dinilai layak baru kami distribusikan air bersih," jelas Purwoto.

Baca juga: Kericuhan di DPRD Kabupaten Malang, Anggota Dewan jadi Korban Luka dan Sosok Dur Dilaporkan

 

Aksi Tanggap Polres Malang dan Jeritan Warga

Aksi kepedulian juga ditunjukkan jajaran Polres Malang dengan menyalurkan 4.000 liter air bersih ke Dusun Sumberagung, Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Selasa (8/9/2026).

"Pendistribusian air bersih kami lakukan secara berkala, selain itu kami juga terus memantau wilayah lain yang mengalami kekeringan agar bantuan dapat diberikan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan," tegas Kasihumas Polres Malang, AKP M Budiono.

Dampak kemarau panjang itu dirasakan langsung oleh Suwarni (74), warga Desa Karangkates yang mengaku sumur kedalaman 21 meter miliknya mendadak kering sejak Agustus 2026.

Kondisi pilu itu memaksa dirinya mengandalkan air bantuan untuk memasak, sedangkan urusan mandi dan mencuci harus dilakukan di sumber air yang lokasinya jauh.

"Buat mandi sedikit-sedikit, lainnya untuk masak sehari-hari," tutur Suwarni.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.